Film Blood Red Sky: Penerbangan Berdarah Transatlantica 473

Sumber: Dailysia.com

Judul              : Blood Red Sky
Sutradara       : Peter Thowarth
Produser        : Benjamin Munz & Christian Becker
Durasi             : 123 Menit

Film original Netflix garapan Peter Thowarth yang dirilis tangal 23 Juli lalu, sukses mencuri perhatian penonton. Film bergenre action thriller ini tengah menjadi perbincangan di media sosial sejak perilisan perdananya.

Blood Red Sky merupakan film dwibahasa Jerman dan Inggris yang berlatar utama di pesawat terbang. Film ini mengangkat cerita tentang pertarungan antara makhluk menyeramkan dan pembajak pesawat.

Plot film diawali ketika seorang wanita bernama Nadja yang diperankan oleh Peri Baumeister dan Elias anak laki-lakinya yang diperankan oleh Carl Anton Koch hendak melakukan perjalanan dari Berlin menuju New York, Amerika Serikat.

Sebelum penerbangan, Elias sempat bercengkrama dengan salah satu penumpang muslim bernama Farid yang diperankan oleh Kais Setti. Dari obrolan tersebut diketahui bahwa tujuan mereka ke New York yaitu melakukan pengobatan untuk Nadja yang diduga mengalami penyakit kanker darah atau leukemia.

Setelah pesawat lepas landas, hal mengejutkan pun terjadi. Pesawat Transatlantica 473 yang ditumpangi Nadja dan Elias ternyata menjadi objek pembajakan pesawat oleh kelompok teroris. Mereka bekerja sama dengan co-pilot dan seorang pramugara, seketika keributan dan kepanikan mulai memenuhi seisi pesawat.

Para teroris memaksa penumpang mengikuti perintah mereka, dan tidak segan melakukan kekerasan bahkan pembunuhan sadis kepada penumpang yang memberontak.  Namun hal tersebut tidak mempengaruhi Elias, ia justru berusaha mencari tempat yang aman untuk bersembunyi dari para teroris tersebut.

Tapi naas ketika Elias mencoba menjangkau tempat yang ia anggap aman untuk bersembunyi, Nadja sang ibu malah ditembak oleh salah seorang teroris.

Tak disangka ternyata tembakan tersebut mengungkap rahasia besar Nadja, ia berubah menjadi sosok vampire yang menyeramkan dan liar. Suasana pesawat yang sebelumnya sudah mencekam dan menegangkan karena terorisme, justru semakin bertambah tegang dan mencekam karena hadirnya sosok makhluk menyeramkan.

Dengan durasi dua jam penonton akan disuguhkan dengan berbagai adegan sadis dan mengerikan yang akan membuat penonton ikut merasakan ketegangan dan kepanikan para penumpang pesawat. Namun tidak hanya itu, Blood Red Sky juga menyuguhkan adegan menyentuh hati antara ibu dan anak yang akan membuat perasaan penonton campur aduk. Selain itu, film ini juga mengangkat isu yang cukup menarik yaitu terkait Islamophobia.

Menurut saya untuk sebuah film action thriller yang hanya memiliki satu latar tempat utama, membuat  Blood Red Sky berhasil membuat penontonnya merasakan level histeria yang tinggi ketika menonton. Beberapa pemeran pun amat sangat berhasil membuat darah penonton mendidih karena emosi. Adegan-adegan laga dalam film ini juga berhasil membuat penonton greget ketika menonton.

Tapi dengan plot yang cukup sederhana, menurut saya pribadi durasi film ini lumayan terlalu panjang, yang membuat alurnya sedikit bertele-tele dan terkesan agak sedikit memaksa demi target durasi tersebut. Sehingga di pertengahan film ini, para penonton mungkin merasa level histeria dan gregetnya mulai berkurang.

Penulis : Febio Siti Karina
Editor: Muhamad Firdaus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *