Resensi Buku : Rissa (Sebuah Pilihan Hidup)

Sumber : Google Image

Judul buku : Rissa (Sebuah Pilihan Hidup)
Penulis : Larissa Chou
Penerbit : Falcon Publishing
Tahun terbit : 2019
Tebal buku : 204 halaman

Larissa Chou adalah menantu dari ulama besar Indonesia yaitu Ustadz Arifin Ilham, yang merupakan istri dari anak pertamanya Muhammad Alvin Faiz. Ia menulis buku berjudul Rissa (merupakan panggilan akrabnya) buku tersebut menceritakan tentang dirinya, isinya adalah tentang menentukan pilihan hidup yang sangat besar.

Hidup itu pilihan. Kita semua setuju bahwa di dalam hidup banyak hal-hal besar yang harus kita korbankan. Begitu pun Larissa Chou. Dalam buku ini, Rissa menceritakan segala lika-liku bagaimana ia menetukan pilihan terbesar dalam hidupnya.

Larissa Chou adalah perempuan keturunan Tionghoa yang memutuskan untuk berhijrah beberapa tahun lalu. Semua keluarganya menentang keras hal tersebut pada saat itu, namun ia tetap kekeh dengan pendiriannya. Disamping itu, masih ada orang-orang yang mendukung pilihannya tersebut termasuk pria yang sekarang menjadi suaminya yaitu Alvin Faiz.

Buku ini menceritakan kisah hidup seorang Larissa Chou. Mulai dari Larissa kecil yang hidup kesulitan karena orang tua yang bercerai, pernah berpacaran dengan pria yang berbeda keyakinan ketika beranjak dewasa, sampai kegelisahan yang tiba-tiba muncul dalam dirinya yang menuntunnya memantapkan hati untuk menjadi seorang muslim.

Ketika berpacaran dengan pria muslim yang berbeda agama dengannya, Rissa sedikit demi sedikit mengetahui bagaimana agama Islam lewat mantan pacarnya itu. Ntah mengapa setiap pria tersebut melaksanakan kewajiban nya sebagai muslim, hal tersebut membuat hati Rissa tenang. Singkat cerita mereka pun putus karena suatu hal.

Setelah kejadian berpacaran dengan seorang muslim, banyak perilaku Rissa yang berubah. Salah satunya ketika berbusana, jika sebelumnya Rissa suka sekali berpakaian yang minim-minim, namun saat itu ia ingin lebih tertutup. Dan suatu saat, Rissa mulai merasakan kegelisahan yang maknanya ia pun tidak tahu.

Bermacam-macam ia lakukan agar kegelisahan itu hilang, sampai ia ke gereja untuk berdoa dan menenangkan diri pun rasanya percuma, ia merasa gelisah itu menjadi-jadi dan seperti ia tidak menjadi dirinya.

Semakin penasaran dengan Islam, Rissa sampai membuat akun palsu hanya untuk melihat postingan-postingan tentang Islam. Semakin banyak postingan tentang Islam yang ia lihat, rasa penasaran itu pun berubah menjadi mantap untuk menjadi seorang muslim. Ia merasa perlu berdiskusi perihal agama dengan kondisinya pada saat itu.

Lalu ia berusaha mencari tahu untuk bagaimana caranya menjadi muallaf, hingga akhirnya ia menemukan suatu platform yang memang merupakan akun untuk berdakwah dan menyebarkan kebaikan, sampai akhirnya ia menemukan kontak Alvin. Saat itu ia mulai berkonsultasi apa-apa yang ia rasakan, kegelisahan yang hebat bahkan ia merasa bukan menjadi dirinya sendiri. Lalu ia diberi arahan dan pencerahan, lambat laun ia mengerti dan semakin penasaran dengan apa itu Islam.

Akhirnya ia mantap ingin menjadi muallaf dan pada saat inilah keluarga nya menentang pilihan nya, terutama sang ibu. Ia dimarah habis-habisan oleh sang ibu perihal pilihan nya tersebut. Namun, akhirnya ibunya pun menerima keputusan putri sulungnya itu.

Singkat cerita setelah resmi manjadi seorang muslim, akhirnya Rissa bertemu jodoh yang merupakan cinta sejatinya sampai saat ini. Pria tersebut adalah orang yang menuntunnya sampai menjadi seorang muslim, yaitu Muhammad Alvin Ilham.

Buku ini dikemas dengan sangat bagus. alur cerita yang terstruktur dan bahasa yang mudah dipahami, membuat para pembaca mudah mencerna kalimat demi kalimat. Disamping itu, buku ini sangat menginspirasi bagi pembacanya dan tentunya banyak hal yang dapat kita pelajari dari kisah penulis, tidak jarang pembaca yang notabane muslim pun malu membaca buku ini, pun buku ini sukses membuat pembaca meneteskan air mata dengan kisah penulis.

Tidak semata-mata tulisan yang bercerita, dalam buku ini pun terdapat beberapa kalimat motivasi, salah satunya “Banyak orang bermimpi manjadi seorang putri dan pangeran, seperti dalam cerita-cerita dongeng. Tapi, apakah ada yang bermimpi ingin menjadi seseorang yang beriman?” (Larissa Chou).

Penulis Resensi : Annisa Dwilya Budaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *