Read Time:32 Second
Desain by Winda Wulandari

Penulis: Winda Wulandari

Syukur ia mengadu..

Di masa lampau.. Tertawa ria, bersenda gurau hingga temaram
Di masa lampau.. Tipu daya telah menghampiri

Goresan luka terus mendarah
Ia terus menyantap: segelas air keruh
Di ujung perang, ia enggan melirik

Termenung..
Pantulan bayangan hancur saat itu
Hampir gila (ia)

Baca juga: Puisi: Insan Matang

Jauh..
Ia ingin lebih dekat..
Ia ingin berlabuh pada-Mu
Ia ingin menyelam dipelukan-Mu
Ia ingin tenggelam pada kasih sayang-Mu

Menautkan asa pada sang kuasa
Menaruh cinta pada sang pencipta

Ia mengadu…
Mengadu pada-Mu
Ia kembali pada-Mu

About Post Author

Hanifah Asy Syafiah

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
100 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Kepenulisan Jadi Materi Penutup PJTD ke-XXVI LPM Ukhuwah
Next post Puisi: Jejak Rindu Dari Pertemuan