Read Time:37 Second

Penulis: Halimudin Faiz (Anggota Magang LPM Ukhuwah)

Kabut lembut menyapu wajahku,
dinginnya air basuhi wajah.
Takbir shubuh menenangkan hati,
dari berat beban yang kuhadapi.

Habis gelap timbul secercah cahaya,
timbul pula rasa keluarga di antara kita.
Sakit yang kau rasa tetapi jiwaku yang menderita,
Hukuman sakit itu menyatukan kita.

Baca juga: Puisi: Mantra Rindu

Aku kamu juga temanku semua,
setiap luka dekatkan kita.
Kaki dempo menjadi saksi,
bukti keteguhan hati ini.

Badan ku menggigil,
tapi pelukan kalian buat ku hangat.
Hatiku goncang kalian buat ku teguh,
tanpa kalian tak tau kemanaku berlabuh.

Saat malam berkabut,
gelap dingin membuatku takut.
Kobaran api dan raut wajah kalian membuat kunyaman,
air haru pun tak dapat kutahan.

21 November 2024

About Post Author

Putri Ayu Lestari

Mahasiswa Program Studi Jurnalistik tahun 2021 UIN Raden Fatah Palembang
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
100 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Guru Dipenjarakan Murid, Bagaimana Kedisplinan pada Dunia Pendidikan?
Next post Potret Kondisi Perkebunan Cabai di Pagar Alam