Puisi : Untukmu, Ayah

Desain : Aisyah Safitri

Dalam teriknya siang yang kejam
Peluh keringatnya menghujani dalam diam
Sesosok lelaki tua berjalan susah payah
Kakinya yang tak beralas berdarah-darah

Berjuta duka kau redam di balik tawamu
Tetes air mata tak terhitung kau buang jauh
Demi aku, sang rembulan, katamu
Izinkan aku bersandar di bahumu yang menyimpan peluh

Rambut hitam bersinarnya mulai memutih
Matanya yang perlahan-lahan buram
Kerut yang hadir di wajah
Di semakin senja usiamu, ayah

Disaat matamu terlelap oleh malam
Ku teliti dengan seksama wajah lelahnya
Teduh dirinya menghangatkan hati yang karam
Meredam seluruh amarah
Meredam seluruh perasaan kelam
Dan jiwa yang dilanda gusar

Tak banyak sajak yang hadir dari mulutku
Selain ucapan terima kasih kepadamu
Kan kuajak serta bintang di langit cakrawala
Untuk bersama memeluk dirimu yang tercinta

Ayah,
Walau orang diluar sana menganggapmu gulita
Diriku akan selalu menganggapmu semesta

Penulis : Aisyah Safitri (Anggota LPM Ukhuwah UIN Raden Fatah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *