Puisi: Gadis

Karya: Muhammad Firdaus (Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang Pengurus LPM Ukhuwah
Foto: Asad Photo MaldivesPexels

Aku termenung malam itu
Hanyut oleh angin yang membawa wajahnya ke dalam hayalku
Angin yang membawaku terkenang gadis itu
Pipi merah, sedikit lesung di pipinya

Ramah di tengah ingar bingar dunia
Sederhana sekali, tidak buruk
Tidak juga istimewa
Ia datang membawa sepucuk harap

Lalu tersenyum.
Berkata lirih, ayo ikuti aku.
Hentikan duka dan bersukala bersamaku.
Terbangla bagai burung-burung ditepian pantai.

Menarila bagai ombak di tengah lautan.
Aku bersamamu sayang.
Ucapnya berakhir tiba-tiba
Setetes air di atas ubun-ubun kepalaku menghentikan imajinasi pemuda ini.

Oh puan, jika tidak saling menjaga
Biarkan aku berjaga-jaga
Supaya aku bisa menerima, bahwa memang satu-satunya cara adalah rela.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *