Perubahan Sistem Try Out Akbar UMPTKIN di Masa Pandemi

Panitia pelaksana Try Out Akbar UMPTKIN memberikan arahan kepada  peserta melalui aplikasi WhatsApp

UIN RF – Ukhuwahnews | Try Out (TO) Akbar Ujian Masuk Perguruan Tinggi ke-Islaman Negeri (UMPTKIN) yang telah dilakasanakan selama 5 tahun berturut-turut mengalami perubahan sistem di masa pandemi.

Ketua Pelaksana TO akbar UMPTKIN ke-6 Sultan Ahmad A’thoillah mengatakan, bahwa TO tersebut dilaksanakan dengan sistem Computer Based Test (CBT) sebagai upaya penyesuaian terhadap peraturan pemerintah mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Biasanya TO Akbar UMPTKIN ini dilaksanakan secara langsung di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang dengan sistem tertulis. Tapi karena adanya aturan PSBB sistemnya diganti menjadi CBT,” ujarnya saat diwawancarai via WhatsApp. Selasa (21/07/2020).

Penerapan sistem CBT dalam TO akbar UMPTKIN tersebut sama dengan sistem  CBT yang digunakan dalam Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“Berbeda dengan TO online biasa yang menggunakan google form, untuk TO UMPTKIN ini masing-masing peserta diberi email, password dan token khusus untuk mengakses soal, sehingga tidak semua orang bisa mengaksesnya,” pungkasnya.

Lebih lanjut Sultan mengatakan, ada 100 peserta mengikuti TO tersebut dengan pembagian 3 sesi dan waktu untuk masing-masing sesi yaitu 3 jam.

“Di sesi pertama ada 35 peserta, sesi kedua 35 peserta dan  sesi ketiga 40 peserta. Waktu pengerjaannya untuk soal pilihan IPA/IPS itu 50 menit untuk 40 soal, sedangkan soal Tes Kompetensi Dasar (TKD) 70 menit untuk 100 soal. Ada 1 jam lagi untuk mengatasi kesalahan teknis selama TO berlangsung,” jelasnya.

Perombakan rencana yang telah disusun sejak awal Februari kemarin menjadi kendala yang dihadapi oleh panitia pelaksana.

“Rencana awal TO ini akan dilaksanakan pada tanggal 13-14 Juni 2020 di Gedung Fakultas Syariah dan Hukum UIN Raden Fatah Palembang. Namun akhirnya diundur selama 1 bulan 10 hari menyesuaikan dengan tes  UMPTKIN yang juga diundur hingga Agustus,” tambahnya.

Sedangkan kendala yang dihadapi para peserta TO yaitu kendala jaringan, kesulitan melakukan login, dan kesalahan teknis lainnya dikarenakan menggunakan handphone untuk mengakses soal.

“Ketika mengerjakan soal TO tiba-tiba sistem terselesaikan dengan sendirinya padahal saya belum selesai mengerjakan TO, dan ketika dicek nilainya nol,” Ujar Aldi, salah satu peserta TO akbar UMPTKIN.

Berbeda dengan Aldi, peserta lain bernama Intan Setia Warni mengatakan bahwa dia tidak mengalami kendala apapun selama mengikuti TO.

“Saya mengerjakan TO menggunakan handphone dan tidak ada masalah sama sekali, malah saya merasa lebih konsentrasi dan percaya  diri dengan TO online ini,” ujarnya saat diwawancarai via WhatsApp.

Ketua pelaksana TO akbar  ini juga  menambahkan bahwa, tujuan dari TO akbar UMPTKIN ini adalah untuk membantu para adik-adik calon mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang menghadapi tes UMPTKIN yang sesungguhnya, agar mereka tidak terkejut dan lebih percaya diri dalam melaksanakan tes yang sesungguhnya.

Reporter : Febio Siti Karina

Editor : Rezzy Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *