Pemberdayaan Ekonomi Umat di Tengah Pandemi

ilustrasi: Internet

Penulis   : 1. Adam Damba Yuda (Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang)

         2. Dr. Peni Cahaya Azwari, M.M., M.B.A.,A.k.

Dunia tengah digencarkan dengan hadirnya sosok makhluk kecil yang tak tampak mata secara langsung. Ialah SARS-CoV-2 jenis virus yang termasuk ke dalam jenis virus corona dan menyebabkan penyakit yang dikenal dengan covid-19. Virus corona merupakan jenis virus yang dapat menginfeksi mamalia, berbagai hewan, dan manusia. Sebenarnya, virus corona sudah ditemukan sejak lama, tetapi pada tahun 2019 ditemukan jenis wabah baru Covid-19 di Kota Wuhan, Provinsi Hubei dan telah cepat menyebar ke negeri cina. Dalam jangka waktu yang relatif singkat, Covid-19 mengalami peningkatan penyebaran yang signifikan, sehinggga diperlukan tindakan pencegahan secara serius agar dapat memperlambat penyebaran virus tersebut.

Covid-19 telah menyebar ke seluruh dunia sehingga, pada 30 Januari 2020 World Health Organization (WHO) menyatakan wabah SARS-CoV-19 sebagai darurat kesehatan masyarakat Internasional. Di Indonesia, kasus covid-19 untuk pertama kalinya terdeteksi di Indonesia yaitu pada tanggal 2 Maret 2020. Dua kasus ini ditemukan pada warga negara Indonesia yang berdomisili di Depok yang diduga sebelumnya memiliki interaksi dengan warga negara Jepang yang diketahui telah menderita penyakit tersebut. Selanjutnya, hari demi hari peningkatan jumlah kasus penderita covid-19 berkembang secara signifikan di Indonesia sehingga Presiden Joko Widodo secara resmi menetapkan pandemi Covid-19 sebagai bencana nasional yang tertuang pada Keputusan Presiden (Keppres) No. 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Non-Alam Corona Virus Disease (Covid-19).

Di Indonesia, dampak dari pandemi covid-19 sangat terlihat jelas, salah satunya pada sektor ekonomi. Banyak masyarakat yang terkena imbas ekonomi dari pandemi Covid-19. Diantaranya usaha-usaha yang dimiliki oleh masyarakat menurun drastis tingkat penjualannya. Seperti yang kita ketahui bahwa dunia usaha merupakan salah satu tonggak penggerak pertumbuhan ekonomi. Aktivitas ekonomi baik di pusat perbelanjaan, hotel, restoran, dan sektor lainnya mengalami penurunan dikarenakan daya beberapa faktor umum. Pertama, penurunan perdagangan internasional dan investasi pada seluruh negara terlihat pula pada penurunan tingkat produksi dan jasa. Investasi dan perdagangan internasional yang merupakan faktor utama yang mempengari pertumbuhan ekonomi. Hasilnya, tingkat konsumsi masyarakat juga ikut menurun. Inilah yang menyebabkan kegiatan ekonomi pasar melemah. Kedua, daya beli masyarakat yang menurun dikarenakan aktivitas ekonomi sedang tidak stabil sehingga banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan mereka. Seperti karyawan perusahaan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Ini juga merupakan imbas dari keterpurukan ekonomi dunia pada poin pertama. Ketiga, adanya kegiatanseperti pembatasan sosial (social distancing), karantina wilayah ataupun lock down. Dengan adanya lock down tersebut, maka mobilitas masyarakat tidak berjalan secara normal atau dibatasi. Masyarakat juga dituntut untuk berdiam diri di rumah demi memutus rantai penyebaran Covid-19. Maka secara otomatis, tingkat interaksi sesama manusia akan berkurang.

Dibalik imbas negatif pandemi Covid-19, ada juga hikmah positif yang dapat diambil dari peristiwa tersebut. Beberapa usaha yang melakukan penjualan melalui media online mengalami peningkatan omset. Salah satunya seperti kenaikan omset pedagang sayur yang membuka lapak secara online. Hal inilah yang dapat dijadikan alternatif bagi para pedagang untuk tetap menjaga agar tingkat penjualan mereka tetap stabil di tengah pandemi ini.

Sinergitas antara masyarakat dan pemerintah sangat dibutuhkan demi memutus rantai penyebaran Covid-19. Masyarakat harus mengikuti aturan atau protokol yang telah ditentukan oleh pemerintah. Banyak cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk membantu pemerintah, salah satunya dengan berdiam diri di rumah atau tidak keluar rumah jika tidak ada kepentingan yang mendesak. Pemerintah sebagai pelayan masyarakat seharusnya bertanggung jawab penuh atas setiap hal yang terjadi terhadap masyarakatnya. Khususnya pada masa pandemi Covid-19 ini, pemerintah harus menunjukkan sikap kepeduliannya terhadap masyarakat melalui langkah startegis. Masyarakat membutuhkan solusi konkret dari pemerintah agar ketimpangan ditengah pandemi ini segera teratasi. Tentunya solusi tersebut diharapkan agar membawa efek positif yang dapat membantu masyarakat khususnya bagi yang terkena dampak dari pandemi Covid-19.

  Salah satu contoh pemberdayaan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 ini yang dapat dilakukan oleh pemerintah adalah dengan memberdayakan masyarakat kecil seperti membuat masker rumahan yang nantinya akan di distribusikan kepada masyarakat lainnya. Tentunya hal seperti inilah yang sangat diperlukan oleh masyarakat. Bukan hanya masyarakat yang kehilangan pekerjaan yang akan merasakan manfaatnya, tetapi juga produk yang dihasilkan dapat berguna bagi masyarakat umum lainnya.

Tidak hanya aktivitas manusia yang terkena imbas dari adanya pandemi Covid-19. Tetapi beberapa masjid yang tidak memiliki donatur tetap mengalami masalah dalam arus kas keuangan masjid. Ada masjid yang bergantung pada infaq dari jama’ahnya. Dikarenakan aktivitas yang dilakukan di masjid mengalami pengurangan, maka kas yang masuk ke masjid tersebut mengalami penurunan, sedangkan pengeluaran untuk keperluan masjid masih terus berjalan. “Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya.

Ada masyarakat yang mengalami penurunan pendapatan sehingga untuk memenuhi kebutuhan harian saja masih terlampau sulit terpenuhi. Tetapi ada juga masyarakat yang memiliki pedapatan yang masih cenderung stagnan sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masih dapat di jangkau. Artinya, masyarakat yang memiliki pendapatan yang berkecukupan atau lebih, harus peduli dan membantu masyarakat lain yang mengalami kekurangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Gagasan seperti ini sudah dijalankan oleh ustadz Haikal Hasan atau juga dikenal dengan panggilan Babe Haikal. Ini sesuai dengan kandungan surat Al Fajr ayat ke 18 yang artinya dan kamu tidak saling mengajak memberi Makan orang miskin. Dari ayat tersebut di dalam agama Islam menegaskan bahwa memberi makan orang yang kurang mampu adalah suatu kebaikan besar. Harapannya, gagasan-gagasan yang dapat membantu perekenomian masyarakat harus lebih banyak digerakan sehingga dengan adanya hal tersebut, ketimpangan ekonomi pada masa pandemi Covid-19 ini dapat terminimalisir dengan baik. Ini juga selaras dengan yang terkandung dalam Al Quran surat Al Maidah ayat ke dua tentang tolong menolong yang artinya “Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya.

Pemanfaatan teknologi menjadi potensi yang sangat besar bagi ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Tetapi hambatannya, masih banyak juga masyarakat yang kurang mengerti cara menggunakan alat-alat teknologi seperti gadged dan smartphone. Teknologi menjadi salah satu alternatif terbaik untuk memasarkan produk masyarakat. Para penjual dan pembeli juga tidak berinteraksi secara langsung. Dengan memanfaatkan teknologi sebagai media penjualan dan pemasaran, maka masyarakat sudah dapat membantu pemerintah dalam penerapan protokel kesehatan Covid-19 serta dapat menjaga stabilitas pemasukan dan pengeluaran usaha.

Banyak UMKM yang selama ini belum menggunakan cara penjualan virtual, sekarang telah beralih menjadi seorang “pedagang online.” Jangkauan penjualan dan pemasaran juga lebih luas dari menggunakan cara tata offline. Banyak data yang menyebutkan bahwa omzet penjualan online meningkat, bahkan secara signifikan. Tidak hanya usaha kecil saja yang merasakan dampak baik dari penjualan online, bahkan perusahaan besar pun ada yang meakukannya juga. Tetapi, ada suatu kendala yaitu apakah seluruh masyarakat khususnya masyarakat kecil paham menggunakan cara penjualan online tersebut, paham cara mengoperasikan gadged dan aplikasi sebagai media penjualan online dan pemasaran tersebut? Kembali lagi pada gagasan yang di buat oleh Babe Haikal Hasan, yaitu satu bantu satu. Masyarakat yang mengerti cara menggunakan dan mengoperasikan bisnis online mengajarkan masyarakat yang tidak mengerti cara operasional bisnis online tersebut minimal satu orang yang dibantu.

Jadi gerakan satu bantu satu tersebut memiliki arti dan cara yang luas, tidak hanya disempitkan dan di batasi dengan bantuan uang saja, tetapi juga sesuatu yang bermanfaat lainnya yang mungkin hal tersebut sedang dibutuhkan dan tidak seluruh masyarakat memiliki dan menguasainya. Apalagi di situasi seperti Pandemi Covid-19 ini, masyarakat di tuntut untuk lebih kreatif dalam segala hal. Menemukan solusi dalam menghadapi penurunan ekonomi.

Ekonomi berbasis gotong royong pun harus di hadirkan untuk membantu dan memberdayakan ekonomi umat di masa Pandemi Covid-19 ini. Memupuk kesadaran dengan kepedulian antar sesama menjadi tanggung jawab kita sebagai umat Islam. Masyarakat harus berkomitmen untuk membantu masyarakat lain dan lebih peka melihat kondisi sekitar.

Jika antara masyarakat dan elemen pemerintah dapat berintegrasi dengan baik, maka peluang untuk memberdayakan ekonomi umat akan semakin terbuka luas. Pemerintah juga harus menjalin komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat, sehingga mereka akan mengetahui bagaimana kondisi masyarakat yang ada dalam lingkungannya, apalagi nasib masyarakat yang menganggur karena diputus hubungan kerja oleh perusahaan atau instansi tempat mereka bekerja.

Oleh karena itu, pemberdayaan ekonomi terhadap masyarakat sangat dibutuhkan dalam situasi Pandemi Covid-19. Demi kebangkitan ekonomi yang menurun saat ini, sinergitas dan kolaborasi untuk bergotong royong dalam kepedulian ekonomi masyarakat harus ditanamkan di dalam diri kita. Semoga ekonomi kita bisa bangkit kembali beriring dengan jalannya waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *