Tren Ngopi, Wadah Mahasiswa Cari Inspirasi

Google image

Penulis : Ilham Malady (Mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan UIN Raden Fatah Palembang)

Saat ini Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia. Adapun daerah-daerah penghasil kopi di Indonesia seperti Toraja, Flores Bajawa, Kintamani Bali, Gayo Aceh, Lampung, dan Semendo Sumatera Selatan.

Banyaknya daerah sebagai penghasil kopi di Indonesia tersebut membuat banyak sekali dijumpai kedai kopi di berbagai kota besar di Indonesia, tanpa terkecuali kota Palembang. Kedai kopi menghiasi hampir setiap sudut jalan di Palembang.

Kedai kopi sendiri biasanya menjadi tujuan utama bagi mahasiswa di kota Palembang. Baik untuk sekedar kumpul bersama teman-teman maupun diskusi tentang perkuliahan. Selaku mahasiswa saya pribadi biasa menghabiskan waktu di kedai kopi untuk bertukar pikiran. Kurang lebih bisa menghabiskan waktu selama tiga jam hanya untuk bercerita bersama teman-teman perkuliahan.

Hal tersebut dilakukan sebagai cara untuk membuka pikiran mengerjakan tugas kuliah yang cukup kritis. Apalagi sekarang saya menyandang status sebagai mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi. Duh, rasanya saya sangat butuh nongkrong bersama teman-teman. Apalagi kopi merupakan minuman dengan kandungan kafein yang luar biasa. Kopi membantu setiap orang yang menyeruputnya tetap dalam keadaan stabil, fokus, serta terhindar dari rasa kantuk yang berlebih.

google image

Suasana kedai kopi yang kondusif dan hening, membuat mahasiswa dapat berpikir dengan tenang dalam mengerjakan tugas perkuliahan. Hal wajar kalau kedai kopi menjadi tujuan bagi mahasiswa untuk menyelesaikan tugas kuliah, sebab bersama kopi kami dapat mencari inspirasi.

Apa yang membuat kopi menjadi istimewa? kita harus flashback jauh kebelakang, sebab dibalik nikmatnya aroma kopi ada keringat petani kopi yang dengan jerih payah menanamnya dengan rasa cinta sekaligus merawat kopi benar-benar dari hati.

Bukan perkara mudah untuk menghasilkan kopi dengan cita rasa yang nikmat. Petani kopi telah melewati proses yang panjang sebelum menghasilkan kopi yang benar-benar sudah siap seduh. Mulai dari tahap penanaman kopi sampai pada tahap panen, petani kopi membutuhkan waktu kurang lebih tiga tahun untuk dapat menghasilkan kopi. Panen kopi merupakan puncak dari usaha-usaha petani dalam merawat tanaman kopi.

Menikmati kopi di sebuah kedai bukan hanya sekedar untuk terlihat eksis, sebab mahasiswa harus punya sikap kritis, bukan sekedar untuk menjadi aktivis, namun supaya tetap terlihat narsis. Mahasiswa tidak boleh bersikap pasif, namun harus selalu aktif, supaya tetap produktif. Begitulah kopi dimata seorang mahasiswa. Tangan baik para petani kopi telah membuat kopi benar-banar dicintai oleh kalangan penikmat kopi.

Editor : Muhamad Firdaus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *