Tepat Satu Tahun, Bisakah Indonesia Keluar dari Jeratan Corona?

ilustrasi by : Rachmat Prasetyo

Penulis : Muhamad Firdaus (Pengurus LPM Ukhuwah)

Kasus positif Corona di Indonesia mencapai 1.330.000 kasus, sembuh 1.014.000, dan meninggal 36.166. Kasus COVID-19 ini menyebar di 34 provinsi dengan kasus terbanyak di DKI Jakarta.

Penyakit corona (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang ditemukan pertama kali di Wuhan, China. Sebagian besar orang yang tertular COVID-19 akan mengalami gejala ringan hingga sedang, dan akan pulih tanpa penanganan khusus.

Indonesia pertama kali mengkonfirmasi kasus COVID-19 pada Senin 2 Maret 2020, tepat satu tahun yang lalu. Saat itu, Presiden Joko Widodo mengumumkan ada dua orang Indonesia positif terjangkit virus Corona yakni perempuan berusia 31 tahun dan ibu berusia 64 tahun.

Kasus pertama tersebut diduga berawal dari pertemuan perempuan 31 tahun itu dengan WN Jepang yang masuk ke wilayah Indonesia. Pertemuan terjadi di sebuah klub dansa di Jakarta pada 14 Februari.

Dalam upaya menanggulangi pandemi Covid-19 ini, pemerintah Indonesia telah mempersiapkan vaksinasi. Pemerintah Indonesia telah memesan sebanyak 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech. Vaksin buatan perusahaan farmasi asal negeri Tirai Bambu ini rencananya pun akan menjadi vaksin virus corona pertama yang tersedia di Indonesia. Hal ini pun disambut baik oleh banyak pihak, lantaran bisa menjadi solusi awal penyelesaian penyebaran virus Corona di Tanah Air. 

Tapi banyak yang belum mengetahui seluk beluk vaksin tersebut. Sejatinya, vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech ini dibuat dengan metode virus yang telah dilemahkan (inactivated virus). Ini diketahui termasuk cara yang paling umum dalam membuat vaksin, yaitu saat virus dimatikan lalu partikelnya dipakai untuk membangkitkan imun tubuh. Lewat cara tersebut maka tubuh bisa belajar mengenali virus penyebab Covid-19, SARS-COV-2, tanpa harus menghadapi risiko infeksi serius. Vaksin ini diberikan dalam dua dosis atau perlu dua kali suntikan.

Uji klinis tahap I dan II vaksin Sinovac Biotech ini pun sebenarnya sejak bulan April 2020 hingga Mei 2020. Hasilnya juga telah dipublikasi di jurnal ilmiah The Lancet pada 17 November 2020 silam dengan kesimpulan berlanjut ke uji klinis tahap III. Bukan cuma di negara asalnya saja, vaksin Sinovac ini juga telah menjalani uji klinis tahap III di beberapa negara termasuk Indonesia. 

Saat ini Indonesia sudah menjalankan penyebaran vaksin, dimulai dari Presiden Joko Widodo,  tenaga kesehatan, hingga jurnalis.

Mekanisme alur pelayanan vaksinasi COVID-19 baik di Puskesmas, fasilitas pelayanan kesehatan lainnya maupun pos pelayanan vaksinasi, telah diatur dalam Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Nomor Kemenkes, nomor: HK.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19.

Sasaran penerima vaksin COVID-19 yang telah melakukan registrasi ulang dan datang tepat waktu sesuai jadwal di lokasi yang telah ditentukan, akan melakukan pendaftaran dan registrasi di Meja 1. Kemudian petugas akan melakukan skrinning di Meja 2, dilanjutkan dengan pelaksanaan vaksinasi di meja 3 dan pencatatan hasil vaksinasi di meja 4.

Dilansir dari Antaranews sebanyak 1.720.523 orang Indonesia telah menjalani vaksinasi COVID-19 atau bertambah 28.799 orang pada 1 Maret 2021, dengan pemberian vaksin dosis pertama.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 yang diterima di Jakarta, Senin, dari 1.720.523 orang tersebut, sebanyak total 1.002.218 orang sudah diberikan vaksin dosis kedua, atau bertambah 3.779 orang pada 1 Maret 2021. Pemerintah Indonesia menetapkan sebanyak 181.554.465 dari total penduduk Indonesia akan divaksin COVID-19.23  

Sebelumnya Presiden Joko Widodo berbicara mengenai upaya Indonesia mengamankan pasokan vaksin sejak awal pandemi COVID-19. Hasilnya, Indonesia kini menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang telah memulai vaksinasi

“Kita ini beruntung dari awal pandemi kita sudah bergerak untuk mengamankan akses dan komitmen pasokan vaksin untuk negara kita Indonesia. Diplomasi vaksin kita sudah berjalan sejak awal pandemi. Hasilnya Indonesia adalah termasuk negara pertama di Asia Tenggara yang telah memulai vaksinasi sejak Januari 2021. Proses vaksinasi nasional terus bergulir hingga saat ini dan saya berharap proses vaksinasi ini terus dan dapat rampung pada akhir tahun ini,” kata Jokowi saat menyampaikan sambutan pada International Conference on Tackling the Covid-19 Pandemic, seperti ditayangkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (23/2/2021).

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menargetkan sekolah tatap muka bakal dibuka pada Juli 2021. Target itu dipatok setelah vaksinasi Covid-19 bagi tenaga pendidik selesai pada Juni 2021. Sementara, pemerintah menargetkan akhir Juni 2021 sebanyak 5,5 juta guru dan dosen selesai di vaksinasi Covid-19. Pemerintah berharap seusai vaksinasi, sekolah kembali dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Melihat kembali keseriusan pemerintah, sudah seharusnya segala elemen masyarakat mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan mengurangi aktivitas diluar rumah sembari menunggu giliran vaksinasi dari pemerintah setempat, karena dengan itulah Indonesia mampu keluar dari jeratan Corona.

Sudah seharusnya, kita mematuhi dan mendukung vaksinasi ini, agar apa yang kita harapkan terealisasi untuk memulai kembali hidup tanpa harus takut tertular virus Corona.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *