Seberapa Besar Pemuda Tahankan Jiwa Nasionalisnya Kini?

Ilustrasi pemuda.
Sumber foto: Ukhuwahfoto/M. Ilham Akbar

Penulis: Ellysa Meiliyana (Pengurus LPM Ukhuwah UIN Raden Fatah)

Selama 355 tahun Indonesia pada saat itu dijajah habis-habisan oleh bangsa penjajah seperti Belanda, Portugis, Inggris, hingga Jepang. Selama hampir tiga setengah abad itu juga masyarakat kita terdahulu membulatkan tekad dan menyatukan semangat untuk tetap menjaga Bumi Pertiwi ini.

Mereka mengerahkan semua tenaga, strategi, hingga persenjataan yang mereka punya untuk mengusir penjajah yang memorak-porandakan habis-habisan Indonesia. Bertumpahan darah di medan perang untuk mengusir penjajah demi menegakkan tonggak kemerdekaan, dan akhirnya mereka gugur ditempat dengan helaan nafas terakhir yang menciptakan sejarah.

Mengutip dari suaradewata.com, bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal sejarahnya. Apabila bangsa tidak memiliki pahlawan  sama saja dengan  bangsa tersebut tidak mempunyai hal yang dibanggakan. Apabila suatu bangsa tidak mempunyai sosok yang patut untuk dibanggakan, maka bangsa itu merupakan  bangsa yang belum memiliki harga diri.

Generasi muda atau pemuda masih menjadi jantung pembaruan nasional. Kiprah dan sumbangsih kaum muda dalam segala sektor diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam membesarkan bangsa yang sampai saat ini berada dalam krisis multidimensi. Semangat perubahan pemuda harus tetap berjalan dan tertanam. Sebab, dalam kondisi apapun, posisi pemuda berpotensi menjadi penyeimbang sistem atau semacam kontrol bagi ruang sosial di sekelilingnya.

Hari Pahlawan yang tiap tahunnya selalu kita peringati pada tanggal 10 November merupakan salah satu peristiwa penting bagi Republik Indonesia. Dewasa kini, masyarakat Indonesia terkhususnya para pemuda bangsa tidak lagi turut melawan penjajah seperti para pahlawan terdahulu, namun tugas dan peran pemuda sekarang ialah mempertahankan dan mengisi kedudukan sebagai “Pahlawan Muda Bangsa” dengan menjaga adat dan budaya bangsa dengan keberanian dan energi yang lebih baru.

Peran masyarakat dan pemuda dalam mengisi kemerdekaan serta pembangunan nasional nantinya akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan bangsa. Indonesia membutuhkan pemimpin dari kaum muda yang mampu merepresentasikan wajah baru kepemimpinan bangsa kedepan.

Tak sedikit generasi muda saat ini yang bersikap apatis, tingkat kepedulian terhadap sesama menurun bahkan bersikap acuh. Pemuda Indonesia saat ini tak lagi bertempur melawan penjajah tetapi bertempur dengan segala ketertinggalan seperti kebodohan dan kemiskinan dalam negeri.

Di era dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat ini, peran pemuda sekaligus mahasiswa sebagai agent of change kurang menonjol. Banyak yang menyalahgunakan teknologi digital dengan hal-hal yang perlu. Perilaku konsumtif, aktivitas di dunia maya semakin membuatnya terlena di dunia yang serba instan saat ini.

Baca Juga: Terimakasih Pahlawanku

Belum lagi masalah tawuran antar pemuda, narkotika di kalangan remaja, dan perilaku seks bebas yang terus meningkat, merupakan masalah besar yang dihadapi bangsa Indonesia. Semakin jauh generasi muda dari kegiatan yang produktif dan positif, semakin jauh juga jalan bagi Indonesia untuk menjadi negara yang makmur karena sang pembaharu masa depan yang masih belum memahami peran mereka yang sesungguhnya.

Melansir dari wujudaksinyata.com, generasi muda sudah seharusnya memiliki jiwa kepemimpinan yang harus selalu maju ke depan karena masa depan bangsa ada ditangan anak-anak muda. Penting untuk memiliki sikap kepemimpinan dengan kepekaan terhadap masalah sosial, lingkungan, dan politik sebagai representasi wajah baru bangsa Indonesia.

Kita merefleksi pada diri sendiri apakah kita rela mengorbankan diri untuk mengembangkan potensi spiritual dan sosial diri dalam bidang kita masing-masing dan mengukir prestasi dan bermanfaat bagi sesama.  Itulah yang disebut dengan pahlawan bagi bangsa saat ini.

Namun, seiring dengan meningkatnya globalisasi, mulai dari kecanggihan teknologi yang modern, kehidupan masyarakat khususnya generasi muda saat ini pun cenderung bersikap individualistis, tidak terlalu peduli dan memikirkan orang-orang disekitar yang masih membutuhkan bantuan dan uluran tangan, meski hanya tenaga yang dikeluarkan.

Dalam memperingati hari pahlawan ini maka kita harus menghormati dan menghargai  perjuangan para pahlawan yang rela mengorbankan, harta benda dan jiwa raganya untuk Indonesia merdeka.  Kita harus mengisi kemerdekaan ini dengan membangun bangsa mengejar ketertinggalan dari bangsa lainnya dengan mengedepankan nilai-nilai luhur yang berdasarkan budaya dari nenek moyang kita.

Satu tanggapan untuk “Seberapa Besar Pemuda Tahankan Jiwa Nasionalisnya Kini?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *