Pentingnya Sex Education Bagi Anak-Anak

Ilustrasi : M. Reza Arya Pramoedya

Penulis : Krisna Aldrin Gunawan (Pengurus LPM Ukhuwah)

Opini – Ukhuwahnews| Meskipun seks dianggap hal yang tabu, nyatanya di Indonesia, perilaku seks remaja saat ini sangat memperhatinkan. Terlebih lagi dengan kemajuan teknologi saat ini yang memudahkan orang-orang untuk mengakses konten pornografi melalui berbagai sumber di internet. Akibat dari mudahnya akses tersebut, kasus pelecehan seksual dan seks bebas sering terjadi di kalangan remaja Indonesia.

Di Indonesia seks dianggap haram, dikaitkan dengan hal berbau pornografi dan dewasa. Anggapan ini banyak menimbulkan kontra mengenai pendidikan seks, tak terkecuali orang tua. Mereka menganggap pendidikan seks itu sebagai pendidikan yang mengajarkan cara berhubungan seks. Fenomena seperti ini sering terjadi karena adanya anggapan bahwa membahas tentang seks pada remaja akan mendorong mereka untuk malakukan hubungan seks.

Banyak masyarakat yang berstigma bahwa Sexs Education adalah hal yang vulgar. Dari stigma tersebut membuat orang tua enggan membicarkan seks di depan anak-anaknya. Orang tua seringkali menghindar ketika anaknya bertanya mengenai masalah seks, hal ini menjadi salah-satu penyebab kurangnya pemahaman dan pendidikan yang benar tentang seks di Indonesia. Kurangnya pemahaman tentang seks berdampak pada tingginya tingkat pergaulan bebas, pelacuran dan remaja yang hamil di luar nikah.

Tidak hanya itu, dikutip dari alodokter.com bahwa hal ini juga menyebabkan tingginya Penyakit Menular Seksual (PMS) seperti HIV, Gonore, dan Sifilis, human papilomavirus (HPV), Chlamydia, Trikomoniasis, Hepatitis B dan C, Tinea Cruris, Herpes genital, Candidiasis dan Granduloma inguinale.

Seringkali orang-orang beranggapan bahwa seks bukan budaya Indonesia, melainkan budaya luar sehingga orang tua enggan membicarakan pemahaman tentang seks pada anak mereka.

Pendidikan seks yang sebenarnya adalah pendidikan untuk mengenal fungsi tubuhnya, memahami etika dan norma sosial serta konsekuensi dari perbuatannya. Tanpa adanya edukasi seks, rasa penasaran yang terdapat pada anak dapat berakibat fatal, terlebih lagi jika mereka mengambil keputusan yang salah saat mengeksplorasi seksualitasnya. Edukasi seks yang di berikan kepada anak-anak dapat mencegah mereka agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas.

Pendidikan seks penting bagi anak-anak, khususnya remaja yang sudah memasuki masa pubertas, karena akan mengalami perubahan secara fisik maupun psikis. Agar remaja tidak salah dalam memahaminya, bimbingan tentang hal-hal  berbau seks sangat penting agar  mereka memahami fungsi seks dan bagaimana mengatasi perubahan yang terjadi selama masa pubertas.

Melalui diskusi seputar hal-hal yang bersifat seksual, anak-anak dapat lebih memahami pentingnya seksualitas sebagai bagian dari kesehatan tubuh, bukan sekedar hubungan antara pria dan wanita. Pendidikan seksual pada anak sebaiknya diberikan dengan rentang waktu 3 sampai 4 tahun, diusia remaja anak-anak akan mulai belajar untuk mengenali tubuhnya sendiri dan membandingkan diri dengan teman-temannya. 

Mereka mungkin akan menyadari bahwa perempuan dan laki-laki berbeda, saat anak-anak mulai mengeksplorasi lingkungannya, ini menjadi kesempatan bagi orang tua untuk mengajarkan pemahaman tentang pendidikan seksual. Pemahaman seksual juga harus diberikan secara bertahap dan melalui pengawasan orang tua. 

Editor : Bunga Yunielda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *