Palembang, Kota yang Kembali Berstatus Zona Merah

Videotron bertuliskan Palembang Zona Merah Covid-19 di Jalan Jendral Sudirman Palembang, Senin (03/05/2021) . Hal itu digunakan sebagai himbauan bagi masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Ukhuwahfoto/Krisna Aldrin

Penulis : Aisyah Safitri (Penggurus LPM Ukhuwah)

Tak terasa sudah satu tahun lebih Corona Virus Disease (Covid) 19 telah menetap di Indonesia. Pada tanggal 2 Maret 2020 Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengumumkan kasus pertama Covid-19 masuk ke Indonesia. Hal tersebut membuat seluruh masyarakat Indonesia ketakutan akan wabah yang katanya mematikan ini.

Pulau yang hingga saat ini yang paling terdampak parah adalah Pulau Jawa. Data positif Covid-19 terdata sudah 1,69 juta kasus yang tersebar di seluruh pulau di Indonesia. Hal tersebut merupakan hal yang cukup mengerikan, mengingat Covid-19 sampai saat ini belum juga punah di Indonesia.

Di setiap wilayah di Indonesia ditetapkan zona-zona sebagai tanda seberapa tingginya tingkat penularan Covid-19 ada di wilayah tersebut. Zona merah merupakan sebutan untuk wilayah dengan tingkat penularan virus corona yang tinggi.

Salah satu kota di Indonesia yang disebut zona merah ialah Kota Palembang. Palembang dengan provinsi Sumatera Selatan tersebut kini ditetapkan kembali ke zona merah yang sebelumnya merupakan zona hijau. Hal ini mengindikasi bahwa di Palembang memiliki tingkat penularan virus corona yang tinggi.

Dilansir dari liputan6.com, dari daftar Zona Resiko Kecamatan Covid-19 di Kota Palembang per tanggal 1 Mei 2021, ada 18 kecamatan di Palembang yang sudah berlabel. Walaupun begitu, ada kecamatan di Palembang yang berstatus zona kuning, yakni Kecamatan Kertapati dan Kecamatan Sematang Borang yang berstatus zona orange.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Ratu Dewa mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada kecamatan di Kota Palembang yang berzona hijau. Zona penyebaran Covid-19 ini berdasarkan data penambahan jumlah kasus positif Covid-19 di setiap kecamatan.

Dikutip dari corona.sumselprov, Kasus Covid-19 di Palembang per tanggal 6 Mei 2021 terkonfirmasi menjadi total 21.208 kasus positif. Pasien sembuh bertambah dengan total 18.711 orang, sedangkan yang pasien yang meninggal menjadi 1.045 orang.

Status Palembang yang zona merah membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mengambil tindakan cepat untuk mengurangi laju penularan Covid-19, yakni dengan meniadakan pelaksanaan salat Idul Fitri 1442 Hijriah di 1.200 masjid dan musala maupun di lapangan secara berjamaah. Pemkot Palembang menyarankan agar seluruh masyarakat Kota Palembang untuk salat dirumah.

Selain itu, menghadapi Kota Palembang yang kembali berstatus zona merah, Pemkot Palembang akan kembali memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Salah satu kebijakan dalam PPKM yang dilakukan Pemkot yaitu, pembatasan operasional rumah makan, restoran dan kafe di Palembang yang hanya boleh buka hingga jam 21.00 WIB dan kapasitas pengunjung dibatasi hanyan 50 persen.

Sebenarnya, telah banyak kebijakan-kebijakan yang telah dilakukan oleh Pemkot Palembang untuk menahan laju penyebaran Covid-19 di Palembang sendiri, seperti yang telah disebutkan diatas yakni PPKM, menyuruh masyarakat agar tidak berkerumun di tempat ramai, tidak berjabat tangan, menggunakan masker saat berpergian, selalu mencuci tangan dan lain sebagainya. Namun, sepertinya semua itu tidak berdampak positif mengingat Kota Palembang kembali berstatus zona merah.

Untuk mencegah Covid-19 terus mewabah, sebenarnya peran Pemerintah saja tidaklah cukup untuk menekan semua itu. Yang paling penting dari semua ini adalah peran kita sebagai masyarakat harus bagaimana dalam menghadapi semua ini. Kita haruslah bersatu melawan Covid-19 dengan menuruti semua aturan pemerintah yang dirasa benar untuk menekan laju penyebaran Covid-19 tersebut.

Dengan begitu, kita bisa sama-sama bergandengan tangan agar Covid-19 di Indonesia, terutama di Palembang bisa berkurang atau bahkan menghilang dan tidak lagi membuat resah masyarakat.

Editor : Bunga Yunielda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *