[OPINI] – Pemimpin Muda Untuk Indonesia Maju

Sumber: Freepik

(Penulis: Mahasiswa Universitas Nasional, Muamar Khadafi M)

Opini | Dalam perjalanan sejarah bangsa kaum muda memiliki catatan tersendiri pada gerakan revolusionernya, memainkan peran penting yang selalu dominan dalam pandangan dan sikap politik pada perilaku kaum muda, menjadi perintis dan pewaris bagi Bangsa dan Negara. Secara empiris kekuatan anak muda selalu tumbuh secara organik atas kebutuhan dan kekuatan pendorong dan perubahan nyata dalam sejarah di Negara kita yakni Indonesia.

Berlandaskan kebutuhan perubahan pada wujud gagasan di era baru, bahwa negara harus terus maju dan berkembang sesuai dengan pewaris dari masa ke masa, memiliki tanggung jawab untuk memimpin dan memperjuangkan yang sedang berlangsung untuk masa depan yang lebih baik lagi.

Kemudian jika kita mendengar tentang kata “Pemuda dan Kepemimpinan”, ini menjadi hal yang penting perannya bagi bangsa dan negara, sebab sebuah korelasi yang dibutuhkan bangsa untuk membangun dan berinovasi pada perkembangan zaman yang hari ini serba digital itu ada pada pemimpin muda yang lahir pada era tranformasi digital, secara tidak langsung mampu menjawab arah bangsa dan negara dengan kebutuhan sebagai negara maju dimasa depan. Ada satu kalimat atau kata dalam bahasa arab tentang anak muda, bunyinya seperti ini “Syubbanul Yaum, Rijalul Ghad” artinya orang muda hari ini adalah tokoh masa depan.

Secara tidak langsung anak muda sudah harus dipersiapkan untuk memimpin negeri dan membangun negeri dibarengi dengan kualitas anak muda yang akan berdampak besar pada arah dan kemajuan masyarakat dimasa akan datang. Anak muda selalu menjadi garda terdepan untuk melanjutkan negara, sebagai pewaris yang berhak bertanggung jawab dalam menjalanan roda kepemimpinan yang berkelanjutan.

Tidak hanya itu, sebenarnya anak muda sebagai pelaku utama generasi, sebagai pewaris pada masa transisi yang dilimpahkan oleh generasi sebelumnya, anak muda yang “Open Minded” selalu mengedepanan prinsip Nilai Kerjasama, Kolaborasi, Fleksibilitas, Kerendahan Hati (Humility), Keterbukaan. Kepemimpinan saat ini membutuhkan pemimpin muda yang tidak hanya budaya memerintah nya saja, melainan bergerak bersama dan berkelanjutan untuk
mencapai tujuan kerja yang memberi sumbangsih positif bagi masyarakat.

Baca Juga: Prodi MD UIN RF Kenalkan Program Magister Manajemen Dakwah UIN Jakarta

Standarisasi kepemimpinan yang dibutuhkan Indonesia hari ini secara mendasar ada pada pemimpin yang mampu atau memahami bagaimana cara bereaksi sangat cepat (Super Fast Response) terhadap beberapa hal dalam ruang kendalinya, dengan orientasi pada hasil Result (Goal Oriented) dengan menjaga integritas pada prinsip pekrjaan yang transparan. Kemudian juga ruang kerja lintas generasi anatara perintis dan pewaris sudah sanagat cocok untuk kebutuhan keterwakilan yang dirangkul dalam sistem kepemimpinan kolaborasi.

Indonesia hari ini tidak kehabisan stok pemimpin muda yang memiliki gagasan untuk membawa bangsa dan negara ini melaju dari masa ke masa, dari pergantian kekuasaan yang sering disebut masa transisi untuk mengawal bangsa yang lebih baik, serta menjamin cita-cita kemerdekaan Indonesia tetap berada pangkuan ibu pertiwi dengan diwariskan kepada pewaris asli yakni pemimpin muda yang berkelanjutan, serta peran pemuda sudah tidak diragukan lagi. Dimulai dari masa perjuangan kemerdekaan Indonesia yakni terbukti dengan lahirnya Sumpah Pemuda sebagai tonggak utama dalam sejarah pergerakan, kemudian gerakan Budi Utomo, Sultan Sjahrir dengan tokoh sejarah perlawanan.

Sebagai pemimpin muda yang dimiliki Indonesia menjadi aspek yang harus diteruskan, relevansi pemimpin muda hari ini dengan gerakan yang terjadi sebelumnya, ada pada tujuan yang sama yakni menciptakan iklim pemerintahan yang maju, iklim politik yang sehat dan merakyat serta sebagai bentuk kolaborasi berkemajuan bangsa negara, dan pada sekarang banyak pemimpin muda yang memimpin daerah yang terbukti maju dalam mengikuti perkembangan zaman di era modernisasi salah satunya adalah Walikota Solo yaitu Gibran Raka Buming Raka, terlepas dia sebagai anak presiden saat ini namun sosok ini yang dibutuhkan untuk percepatan pembangunan Indonesia pada level tertinggi di global, dengan rekam jejak program dan kinerja selama menjabat sudah sekelas Internasional.

Anak muda memiliki peranan untuk mengatasi tantangan global, dengan mampu menciptakan inovasi yang lebih baik sesuai degan kebutuhan masyarakat dan lingkungan dengan lebih inovatif dalam menciptakan solusi, untuk menuju Indonesia Emas di umur 100 tahun pada 2045 nantinya, sudah harus dimulai pemimpin muda dari sekarang yang mengerti bagaimana perkembangan dan peluang zaman dari masa ke masa yang lebih modern.

Pada hari ini kondisi politik yang sudah seharusnya dan saatnya pemimpin muda untuk ikut serta dalam proses pengawalan politik baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan sejarah kepemipinan yang dimiliki oleh pemimpin muda menjadi value yang sangat mahal hal bahwa pemimpin muda mampu membangun daerah sebagai lingkungan dan bahkan melanjutkan sampai pada tingkatan pemimpin negara. ini juga akan berdampak pada sisi masyarakat secara Global maupun Indonesia, sebab kekuatan data hari ini yang telah di rilis oleh KPU diangka 60%
merupakan anak muda yang berarti kaum muda sudah mendominasi untuk mengambil alih secara pewaris bagi Bangsa dan Negara.

Baca Juga: Hak Tak Terpenuhi, DEMA FDK Bersama Mahasiswa Kompak Tuntut Pimpinan

Pasalnya anak muda dengan usia produktif mencapai lebih dari 60% data yang dikeluarkan oleh BAPPENAS dengan bonus demografi hari ini yang hadir sebagai bagian keterlibatan anak muda untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maju dan menjadi generasi Emas dan mulai dari sekarang, dimana peranan pemimpin muda juga memiliki perubahan yang positif dan berkelanjutan dalam dunia kepemimpinan.

Pewaris pemimpin muda sebagai Agen Perubahan, Agen Pembangunan dan Agen Pembaharuan, yang hari ini mampu menjawab perkembangan dan tantangan zaman sebagai generasi terbaik. Anak muda menjadi poros utama dalam melahirkan pemimpin muda sebagai bentuk estafet kepemimpinan yang berganti sesuai dengan masa nya, memahami apa yang menjadi kebutuhan, Anak muda adalah kunci dari keberhasilan atau puncak dari peradaban yang ada di negara dalam segala aspek kehidupan. Sehingga perlu adanya kesadaran dari diri anak muda dalam kehidupan terutama dalam berbangsa dan bernegara, anak muda lah yang akan menentukan arah atau tujuan dari bangsa dan pemimpin muda lah yang menjadi keterwakilan atas kebutuhan bagi suara anak muda yang besar dan mendominasi sebagai pewaris selanjutnya, untuk terlibat lebih matang, pengalaman dan rekam jejak pembangunan berkelanjutan.

Editor: Elyssa Meilyana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *