Opini : Merdeka Belajar Anak Usia Dini, Pentingkah?

Foto : IST

Penulis : Luluk Musrifah, S.Pd (Guru  TK  Nurul Hidayah)

Masih bernuansa Hari Guru Nasional, selama ini yang dipahami oleh orang tua/wali murid bahwa Pendidikan Anak Usia Dini itu adalah belajar Baca, Tulis, Berhitung (Calistung) saja yang bisa menunjang anak untuk masuk ke Sekolah Dasar (SD). Pemahaman seperti ini yang membuat anak sulit berkembang sesuai bakat dan minatnya. Sehingga anak terpaksa mengikuti kehendak dari orang tua.

Apa itu Merdeka Belajar?

Merdeka Belajar dalam Pendidikan Anak Usia Dini adalah merdeka bermain. Karena, dalam Pendidikan Anak Usia Dini bermain sambil belajar diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Seperti contohnya kegiatan bermain kolase, menggambar, loose part, dan kegiatan lainnya yang memang disukai oleh anak.

Maka dari itu dalam Merdeka Belajar ini, anak dapat mengembangkan segala kemampuannya sesuai dengan bakat dan minatnya tanpa ada paksaan dari orang tua, guru, dan masyarakat. Seperti yang diterapkan dalam pemikiran Ki Hajar Dewantara yaitu mendesain dan melaksanakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan dan berpusat pada anak. Guru hanya sebagai fasilitator pada anak di sekolah sedangkan orang tua sebagai pendukung dalam mengawasi perilaku anak di luar lingkungan sekolah.

Dengan adanya Merdeka Belajar ini, anak dapat mengembangkan kemampuan nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, seni, bahasa, dan sosial emosional. Selain kemampuan bisa berkembang, hal yang terpenting dalam pendidikan anak usia dini adalah memberikan pendidikan akhlak atau budi pekerti. Dalam hal ini guru sebagai teladan anak didiknya dan memberi contoh dalam kegiatan sehari-harinya.

Apa Tujuan dari Merdeka Belajar untuk Anak Usia Dini?

1. Menciptakan pendidikan yang menyenangkan bagi anak

2. Memberi kebebasan anak untuk mengekspresikan dan mengeksplorasi kegiatan bermain

3. Untuk menyiapkan generasi yang berkualitas

Bagaimana Peran guru dalam Merdeka Belajar?

1. Sebagai fasilitator bagi anak

2. Memberikan metode pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi anak

3. Pembelajaran yang dilakukan berpusat pada anak

4. Kegiatan yang dipilih sesuai minat dan bakat anak

5. Sebagai contoh keteladanan bagi anak

Untuk mewujudkan tujuan dan peran guru agar tercapai dalam Merdeka Belajar anak usia dini, maka diperlukan kerjasama antara orang tua/wali murid, kepala sekolah, guru, dan masyarakat.

Adapun kegiatan bermain sambil belajar di sekolah  antara lain :

1. Lingkungan out door : permainan tradisional, ayunan, jungkitan, seluncuran, tangga majemuk, terowongan ban bekas.

2. Lingkungan in door : kolase, loose part, melukis/menggambar, mewarnai, menempel, menggunting, meronce, mencocok, menjiplak, sains, bercerita, bermain peran.

Kegiatan bermain sambil belajar dilakukan setiap harinya dipilih oleh anak sendiri tanpa ada paksaan dari guru. Guru hanya memberikan langkah-langkah dalam setiap kegiatan dan memberikan arahan ke anak agar kegiatan pembelajaran yang berlangsung berjalan dengan baik tanpa  hambatan  yang membahayakan bagi anak.

Dengan adanya Merdeka Belajar dalam Pendidikan Anak Usia Dini, diharapkan anak-anak Indonesia menjadi  anak yang unggul dari usia yang dini sehingga membentuk pribadi yang berkarakter dan dapat mengembangkan kemampuannya sesuai dengan minat dan bakatnya. Hingga kelak nanti menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang berpotensi. Maka dari itu, TK Nurul Hidayah beralamat di Jalan Asamerah RT 04 RW 01 Kelurahan Sukodadi Kecamatan Sukarami Kota Palembang mengadakan Sosialisasi tentang Merdeka Belajar sangat penting untuk Anak Usia Dini. Diadakannya kegiatan tersebut Karena di TK Nurul Hidayah banyak orang tua/wali murid yang menuntut anaknya belajar calistung bukan merdeka belajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *