Menjaga Warisan Shin Tae Yong

Skuad Indonesia pada gelaran AFF 2020.
Sumber foto: Antara Foto
Penulis: Muhamad Firdaus (Pengurus LPM Ukhuwah UIN Raden Fatah)

Olahraga – Ukhuwahnews | Tim Nasioanal (Timnas) Sepak Bola Indonesia baru saja menyudahi perjalanan panjang mereka di ajang Piala AFF 2020, gelaran akbar dua tahun sekali tersebut kembali menjadi milik tim gajah putih Thailand. Seperti biasanya, Indonesia lagi-lagi harus rela mengakhiri kompetisi di urutan kedua.

Sebenarnya segala upaya sudah diberikan oleh skuad asuhan Shin Tae Yong. Slogan ‘sampai titik darah terakhir’ pun sebetulnya benar adanya beberapa pemain seperti Asnawi, Evan Dimas, Egy Maulana, Pratama Arhan, sampai Nadeo berkali-kali menjadi motor penyemangat tim merah putih.

Dari fase gugur sebelum laga akbar melawan Thailand, Evan Dimas cs berhasil bermain apik dengan catatan tanpa kalah sekalipun, sayang seribu sayang tim garuda dibabat habis oleh Thailand di Leg pertama dengan skor telak 4-0.

Dengan beban besar, sebelum laga Leg kedua Shin Tae Yong tetap optimis anak asuhnya mampu membalikan keadaan. “Kami harus cetak gol banyak dan bermain hati-hati,” ujarnya dikutip dari Goal Indonesia.

Harapan tercipta ketika Ricky Kambuaya membuka keran gol Garuda dari sepakan kerasnya saat permainan baru berjalan delapan menit, namun sayang pada babak kedua Timnas Indonesia terlihat kesulitan untuk menciptakan gol lagi. Barulah pada menit ke 80 Egy menambah jumlah gol tersebut, itupun Timnas sebelumnya sudah tertinggal 2-1.

Baca Juga: Potret Warga Palembang Dukung Timnas Indonesia

Selebrasi Tim Indonesia.
Sumber foto: PSSI

Meski kalah tim garuda tetap layak dipuji dengan penampilan spartan mereka, begitu pula dengan federasi tertinggi (PSSI) yang harus tetap menjaga skuad muda yang saat ini ada. Pertanyaannya mampukah hal tersebut direalisasikan? Berkaca dari yang sudah-sudah, PSSI acap kali labil untuk mengambil tindakan. Mulai dari pemecatan pelatih kepala, semrawutnya kompetisi, sampai pergantian kepemimpinan PSSI itu sendiri.

Jika berbicara Shin Tae Yong rasanya masih terlalu dini untuk mengatakan pelatih Korea Selatan itu gagal. Apalagi nama besarnya berhasil membawa kedisiplinan di skuad muda garuda, hal tersebut bukan tanpa alasan beberapa kali ia terlihat tegas untuk mengatakan tak ada nama titipan di Timnas. Puncaknya pada laga Semifinal menghadapi tuan rumah Singapura, pada momen penalti untuk tim Singa Asnawi terlihat mengolok-olok pemain lawan saat itu.

Pasca laga STY mengatakan tak akan membawanya lagi jika masih bersikap demikian. “Saya tak melihatnya saat laga, tetapi jika dilihat dari tayang ulang saya tak akan memasukkannya lagi di skuad jika masih melakukannya,” katanya.

Dengan ketegasan tersebutlah, PSSI harusnya tetap mempertahankan Shin dengan harapan perubahan di dalam tubuh skuad garuda. Apalagi satu tahun belakang tim memiliki kedisiplanan yang baik, mulai dari pola makan, tidur, dan sikap diluar maupun dilapangan.

Selama gelaran AFF 2020 pun, Shin Tae Yong tak sekalipun terlihat duduk ketika garuda sedang berlaga. “Saya menghargai pemain,” katanya dalam salah satu momen. Aura tersebut membuat masyarakat memiliki banyak harapan terhadap eks pelatih Korea Selatan tersebut.

Sudah Seharusnya pemain-pemain muda yang saat ini ada dalam skuad Indonesia dijaga kedisiplanan, pola tidur, dan makan mereka. Hal tersebut demi terjaganya nama-nama yang ada saat ini, tak lagi berganti total ketika kompetisi baru dihadapi. PSSI harus tetap dengan kedewasaannya untuk tak buru-buru mencari pelatih baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *