Kini Masyarakat Tak Lagi Percaya Pemerintah

Ilustrasi: Ilham Panutan

Penulis: Duta Andini (Pengurus LPM Ukhuwah UIN Raden Fatah)

Sebuah akun twitter mengunggah postingan berita berjudul “Kasus Korupsi Bansos Covid-19 Masih Sebatas Permukaan.” Yang kemudian ramai diserbu oleh ribuan komentar netizen.

Kepercayaan masyarakat hancur lebur sejak kasus Korupsi Pengadaan Bansos Covid-19 terkuak. Menduga-duga lonjakan kasus Covid-19 sebagai permainan pemerintah dan melebih-lebihkan kasus Covid-19. Itulah pikir masyarakat sekarang, padahal Covid-19 nyata bahayanya dan korbannya pun bukan sedikit.

Kini himbauan pemerintah soal bahaya Covid-19 tak manjur lagi. Masyarakat bukan hanya bandel dan melanggar Protokol Kesehatan (Prokes), tetapi juga mengalami krisis kepercayaan terhadap pemerintah. Akibatnya, kini kasus Covid-19 melonjak dan lockdown akan diberlakukan kembali di beberapa kota.

Bila pemerintah sendiri tak dapat menjaga mutu dan kejujurannya, tentu saja kehilangan kepercayaan rakyat adalah risikonya dan hal tersebut telah terpampang nyata di depan kita.

Lantas, krisis kepercayaan yang dialami masyarakat pun tidak dapat disalahkan sepenuhnya, seperti sambung-menyambung. Pemerintah dengan tingkat integritasnya yang rendah dan rakyat yang telah tersakiti oleh banyaknya kebohongan. Hal tersebut akan membuat pandemi berkepanjangan.

Sirene mobil ambulans yang mengangkut pasien Covid-19 menggema di jalanan, serta Tenaga Kerja Kesehatan (Nakes) yang terpapar Covid-19 dianggap angin lalu bagi masyarakat. Sudah lelah dengan kondisi saat ini dan akhirnya memilih “terobos saja.”

Jika seperti itu, sudah saatnya pemerintah bertindak lebih tegas. Mengambil kembali kepercayaan masyarakat, kenali dan hargai masyarakat, begitupun sebaliknya.

Masyarakat dengan kesadarannya masing-masing akan menjaga diri serta meningkatkan kepedulian terhadap Covid-19, jika bukan diri kita, siapa lagi yang akan peduli. Dengan begitu pandemi dapat segera teratasi.

Editor: Bunga Yunielda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *