Jeritan Rakyat Di Tengah PPKM Level 4

ilustrasi PPKM
Sumber foto: prosesnews.id

Penulis: Rio Romadhoni (Pengurus LPM Ukhuwah)

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 kembali diperpanjang pemerintah. Awalnya PPKM akan berakhir pada Senin, (9/8/21) kemarin.

Namun, pada hari itu pula melalui akun youtube sekretariat presiden, pemerintah melalui Menteri Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut  Binsar Pandjaitan mengumumkan PPKM diperpanjang hingga Senin, (16/8/21).  

Dilansir dari kompas.com Luhut mengatakan bahwa kebijakan itu diambil berdasarkan hasil rapat kabinet bersama presiden RI, Joko Widodo. Dengan adanya perpanjangan PPKM pemerintah mengharapkan angka kasus positif covid-19 dapat menurun secara signifikan dan angka kematian di rumah sakit kembali normal.

Namun, fakta di lapangan belum sepenuhnya sesuai dengan keinginan. Apakah kebijakan ini satu-satunya jalan penanganan corona? Atau pemerintah memang sudah kehabisan cara melawan virus ini.

Sejak pertama kali dilaksanakan pada 3 Juli lalu kebijakan ini menuai polemik dari masyarakat luas. Tidak sedikit pedagang kaki lima dibubarkan secara paksa, bahkan cenderung merusak lapak mereka.

Belum lagi, maraknya kejadian oknum petugas menyita barang dagangan. Bahkan sempat banyak tersebar di media sosial kasus ricuhnya pedagang dengan para petugas lapangan. Apakah ini dinamakan kebijakan positif itu?

Semrawut kebijakan belum usai sampai disitu. Kasus penuhya rumah sakit di berbagai daerah semakin membuat kondisi kini terlihat kacau balau. Hal itu membuat banyak masyarakat melakukan isolasi mandiri di rumah.

Jika memang ingin melaksanakan kebijakan seperti ini, alangkah baiknya pemerintah terlebih dahulu memikirkan nasib rakyat. Contohnya, memberikan sedikit bantuan berupa uang maupun pangan. Karena sejauh ini bantuan yang ada cenderung tidak merata.

Menurut saya selaku penulis, hal itulah yang menyebabkan rakyat semakin tertekan dengan perpanjangan PPKM level 4 ini.

Editor: Muhamad Firdaus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *