Bagaimana Standar Kecantikan Sesungguhnya?

Sumber : instagram @lifelongpercussion

Penulis : Krisna Aldrin Gunawan (Pengurus LPM Ukhuwah UIN Raden Fatah Palembang)

Konsep kecantikan senantiasa dikaitkan dengan perempuan, terutama pada bagian fisik. Jika ditanya, bagaimana standar kecantikan di indonesia, umumnya kecantikan di Indonesia mengacu pada kulit putih bersih, rambut panjang nan lurus, dan badan yang langsing.

Adanya standar kecantikan kerap kali membuat perempuan tidak peracaya diri, tak jarang perempuan sering kali berlomba agar terlihat cantik di mata orang lain. Ragam cara dilakukan agar terlihat sesuai dengan standar kecantikan yang ada.

Terangkum dalam laman zapclinic.com, survei online ZAP Beauty Index 2019 yang dilakukan oleh ZAP Clinic bersama MarkPlus Inc terhadap 6.460 responden perempuan di Indonesia sepanjang Juli – September 2019 dengan rentang usia 13 – 65 tahun yang mencakup tiga generasi berbeda yakni, Gen X (45-65 Tahun), Gen Y (23-44 Tahun),  dan Gen Z (13-22 Tahun). Sebesar 56,7% responden mengartikan ‘cantik’ adalah memperindah penampilan secara keseluruhan. 82,5% responden perempuan di Indonesia juga mendefinisikan cantik sebagai memiliki kulit cerah dan glowing.

Dijelaskan juga oleh Wilcox & Laird (2000) dalam Jurnal yang berjudul “The Impact of Media Images of Super-Slender Women on Women’s Self-Esteem: Identification, Social Comparison, and Self Perception” bahwa faktor yang menyebabkan munculnya stereotip terkait standar kecantikan, salah satunya adalah kontruksi media.

Sudah sejak lama, media kerap memperlihatkan kecantikan dalam gambar visual berbentuk iklan. Seperti iklan sabun mandi, shampo, body lotion, face wash dengan redaksi kata bahwa produk yang dijual dapat ‘memutihkan’ kulit. Selain itu iklan shampo yang mendeskripsikan rambut yang indah adalah rambut lurus, hitam nan lebat. Serta beberapa iklan produk skincare yang secara tidak langsung mengatakan cantik itu harus mulus.

Standar kecantikan seolah digambarkan dengan bentuk visual hampir sempurna. Hal tersebut menimbulkan stigma di kalangan masyarakat tentang standar kecantikan. Banyak perempuan rela melakukan apapun agar dapat sesuai dengan deskripsi kecantikan ideal yang dibuat oleh para pemilik modal. Melakukan diet ketat demi mendapatkan tubuh yang langsing. Tidak sampai disana saja, banyak perempuan juga menghalalkan segala cara agar terlihat cantik, yaitu memakai cream pemutih berbahaya, serta melakukan operasi plastik. Semua itu merupakan upaya agar tidak terpojokan karena tidak sesuai dengan konsep kecantikan ideal.

Sudah banyak perempuan mengalami kasus rasisme akibat tidak memenuhi standar kecantikan. Salah satu kasus seperti yang di lansir dari tempo.co. terkait Marshel Widianto dan Babe Cabita yang dicela netizen setelah terpilih menjadi duta di salah satu brand skincare. Hal ini membuktikan bahwa kontruksi media berpengaruh besar terhadap standar kecantikan dikalangan masyarakat.

Kemudian, salah satu terobosan yang dilakukan Unilver pada tahun 2004 mematahkan standar kecantikan itu sendiri. Melalui brand Dove, salah satu produk Unilver, mengeluarkan kampanye Real Beauty, mengajak seluruh wanita di dunia untuk merayakan kebergaman kecantikan, serta merasa percaya diiri dengan penampilan yang dimilikinya.

Melalui iklan, video, buku, worshop dan beragam acara offline lainnya. Dove mampu mengubah konsep berfikir masyarakat. Sekarang, perempuan berbagai usia, warna kulit, bentuk tubuh, dan jenis rambut dapat tampil di iklan kecantikan dunia. Apa yang dilakukan Dove ini, merupakan langkah awal untuk mengubah stereotip tentang perempuan.

Sejatinya, kecantikan lahir dari diri yang berpikir positif dan hati yang jauh dari pikiran negatif. Mengikuti standar kecantikan orang akan sangat melelahkan, setiap hari, bulan, bahkan tahun standar kecantikan akan selalu berubah. Kamu cantik dengan caramu sendiri, jadi dirimu sendiri tampil apa adanya dan percaya diri karena sejatinya setiap perempuan cantik dengan penampilan yang beragam. Hargai dirimu, apresiasi dirimu dan selalu berfikir positif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *