404 Not Found, Bukti Keresahan Masyarakat yang Dihapus

Potret mural “404 Not Found” sebelum dihapus oleh aparat kepolisian. Sumber: Xcloud.id

Penulis: Krisna Aldrin Gunawan (Pengurus LPM Ukhuwah)

Baru-baru ini mural “404 Not Found” ramai diperbincangkan dan menuai banyak kritik dari berbagai pihak. Dalam mural tampak pria yang mirip dengan Presiden Joko Widodo dan bertuliskan “404 Not Found” dibagian mata.

Mural ini terletak di Kawasan Batuceper, Kota Tanggerang, Banten. Namun, setelah viral di media sosial dan mendapatkan tanggapan dari masyarakat luas, mural ini dihapus oleh aparat kepolisian menggunakan cat hitam.

Lalu apakah benar presiden lambang negara? Apa sih lambang negara itu? Jadi, dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009, menjelaskan bahwa bendera Merah Putih, Bahasa Indonesia, lambang Garuda Pancasila, dan lagu kebangsaan Indonesia Raya merupakan jati diri dan identitas negara.

Jadi sudah jelas bahwa presiden tidak termasuk dalam lambang negara. Perihal pernyataan presiden sebagai lambang negara dinilai kurang tepat. Lalu mengapa Mural “404 Not Found” tersebut dihapus?

Perlu kita ketahui bahwa Indonesia menganut sistem demokrasi yang berarti kedaulatan berada di tangan rakyat. Dimana presiden dipilih berdasarkan suara terbanyak dari rakyat, dan presiden terpilih akan menjadi kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.

Apakah kritik diperbolehkan dalam berdemokrasi? Tentu saja boleh! Namun, tetap sesuai dengan fakta dan konteksnya, kritik juga bentuk keresahan masyarakat terhadap kesewenang-wenangan hak dan kekuasaan oleh pejabat yang telah rakyat pilih.

Sejatinya pemerintah tidak seharusnya melarang hak masyarakat dalam mengkritik. Karena pemerintah tidak akan dapat membuat kebijkan yang baik tanpa masukan dari masyarakatnya.

Pemerintah negara juga sebaiknya dapat membedakan mana kritik  membangun dan yang menentang ideologi negara.

Dalam mewujudkan demokrasi yang baik, tampaknya harus melewati proses yang panjang dan rumit. Mural “404 Not Found” dan poster bertajuk The King Of Lip Service merupakan bentuk dari keresahan masyarakat yang diwakilkan melalui seni. Meskipun tak jarang kritik diacuhkan begitu saja.

Jadi kritik dalam dunia politik merupakan hal biasa. Terlepas dari itu kritik harus bersifat membangun agar dapat di evaluasi kedepannya, bukan malah menyudutkan satu pihak.

Editor: Bunga Yunielda

Satu tanggapan untuk “404 Not Found, Bukti Keresahan Masyarakat yang Dihapus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *