Resmi, Barcelona Tunjuk Xavi Sebagai Juru Taktik Baru

Ilustrasi Xavi.
Sumber foto: kompas.com

Olahraga – Ukhuwahnews | Sejak dipecatnya Ronald Koeman dari kursi kepelatihan FC Barcelona pada kamis (28/10/2021) yang dinilai tidak memiliki peningkatan dalam peforma permainan statistik Blaugrana (Julukan Barcelona), kini Barcelona resmi tunjuk Xavi Hernandez sebagai pelatih kepala baru.

Dalam akun twitter resmi milik Al-Sadd (klub Xavi sebelumnya) telah mengumumkan ucapan selamat perpisahan untuk Xavi Hernandez yang menyetujui kepindahannya ke Barcelona.

“Turki Al-Ali: The Al-Sadd administrasi telah menyetujui kepindahan Xavi ke Barcelona setelah pembayaran klausul pelepasan yang ditetapkan dalam kontrak. Kami telah menyepakati kerjasama dengan Barcelona di masa depan. Xavi adalah bagian penting dari sejarah Al-Sadd dan kami berharap dia sukses,” dilansir dari akun twitter resmi @AlsaddSC pada Jumat, (5/11/21) sore.

Ilustrasi Xavi dan Messi.
Sumber foto: Kompas.com

Sebagaimana diketahui Xavi Hernandez merupakan pemain jebolan akademi La Masia, Barcelona yang memiliki catatan rapor bagus selama menimba ilmu disana. Pria yang kini berusia 41 tahun itu, datang ke akademi Barca saat usianya masih menginjak 11 tahun pada tahun 1991.

Di Akademi itulah, ia mulai berkembang dan dikenal sebagai sosok gelandang yang ahli mengontrol bola dan memadu permainan sehingga dirinya patut dijuluki The Puppet Master (pengendali boneka menggunakan tali).

Baca Juga: Jelang Pensiun, Valentino Rossi Gelar Balapan Terakhir di Italia

Diusianya ke 18 tahun, ia mulai melakoni debut pertamanya sebagai pesepak bola profesional di FC Barcelona. Dengan gaya tiki-taka ala Blaugrana semuanya tak lepas dari gaya permainnanya. Umpan silang dan magisnya membuat nama Xavi Hernandez didapuk sebagai raja assist.

Selama 24 tahun karirnya di Blaugrana tercatat Xavi yang memiliki penempatan posisi dilini tengah telah membuat 767 penampilan dan menorehkan empat gelar Liga Champions, delapan gelar La Liga, tiga gelar Copa del Rey, delapan gelar Piala Super Spanyol, dua gelar Piala Super Eropa dan dua gelar Piala Dunia antar Klub.

Pada usianya yang minim kontribusi, kontrak Xavi tak diperpanjang oleh Blaugrana dan ditempatkan ke klub Al-Assad asal Qatar pada tahun 2015. Kepopuleran Xavi disana tetap konsisten menjadi gelandang lini tengah yang berhasil menorehkan berbagai trofi dan didapuk sebagai pelatih kepala diklub tersebut pada tahun 2019.

Selama menjabat di kursi kepelatihan Al-Assad, belum genap dua tahun Xavi telah menorehkan tujuh gelar trofi lewat gaya permainan tiki-tika yang dijuluki sebagai “tiki-tiqatar” (tiki-takanya asal qatar).

Tidak salah bila Blaugrana menunjuk Xavi Hernandez untuk mengisi kekosongan kursi kepelatihan setelah memecat Ronald Koeman pada minggu lalu.

Mari kita tunggu saja, apakah setelah masuknya Xavi sebagai pelatih kepala baru membuat performa FC Barcelona menjadi konsisten dan memiliki peningkatan atau malah sebaliknya.

Reporter: M. Reza
Editor: M. Firdaus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *