Nawwal, Bocah 13 Tahun Sandang Gelar Hafidz Al-Qur’an Muda dan Berprestasi

Raden Muhammad Katsirun Nawwal, saat sedang menunjukkan sertifikat prestasinya di kediamannya. Jum’at (6/11/20). Ukhuwahfoto/Krisna Aldrin Gunawan

Jika kebanyakan santri atau santriwati yang menjadi Hafizh Qur’an adalah mereka yang mengabdi di pondok pesantren, namun tidak dengan Nawwal. Bernama lengkap Raden Muhammad Katsirun Nawwal, bocah berusia 13 tahun ini sudah menyandang gelar Hafizh Qur’an diusianya yang sangat muda dengan hafalan 6 Juz 5 halaman. Anak bungsu ini, lebih memilih menghafal Al-Quran di Rumah Tahfidz Salimah yang merupakan cabang dari Rumah Tahfidz Yatim Dhuafa (RTYD) Palembang.

Anak dari Pak Den Penjual Racun Tikus yang setiap harinya berkeliling di Kota Palembang ini memilih untuk tidak mengambil belajar di pondok pasantren. Katanya, supaya tidak jauh dari sang Ibunda.

Sang Ibunda menceritakan alasan anak bungsunya itu mengapa tidak mau memilih pondok pasantren sebagai tempatnya belajar.

“Dia ga ada minat sama sekali untuk ke pondok pesantren, bahkan pernah ada yang menawarkan untuk membiayai masuk pondok. Tapi, dia nya tetap tidak mau. Katanya mau jaga ibu, kalo ibu sakit siapa yang jaga,” ujar wanita paruh baya itu.

Menekuni menghafal Al-Quran merupakan niat dari hati kecil Nawwal sendiri. Tidak ada tekanan dari orang tua atau yang lain, hal tersebut benar-benar timbul dari niat mulianya itu. Sejak duduk di kelas empat Sekolah Dasar (SD) anak lelaki itu memulai proses menghafal al-Qur’an. Tiga tahun sudah Nawwal menekuni dunia menghafal al-Quran dan sudah tiga kali wisuda tahfidz.

Ketika kami menanyakan bagaimana anak pendiam itu menghafal Al-Quran. Ia mengatakan bahwa ia menghafal dengan cara mendengarkan speaker yang isinya ayat-ayat suci Al-Quran. Benda kotak berwarna biru itu merupakan teman sejatinya ketika menghafal.

Tidak sampai disitu, ayat-ayat yang dihafalkan Nawwal setiap harinya akan ia setorkan kepada ustadzahnya di Rumah Tahfiz Salimah. Minimal 3 baris ayat dalam Al-Quran yang harus ia setorkan.

Menekuni untuk menghafal Al-Qur’an, tak jarang Nawwal diminta untuk mengisi dalam acara-acara tilawatil qur’an. Bahkan diusianya yang masih sangat muda, anak penjual racun tikus itu sudah mengajar mengaji dan memiliki 10 orang santri.

Penghasilan yang ia dapatkan dari mengajar ngaji sepenuhnya ia berikan kepada sang ibu. Berbeda dengan anak-anak yang lain, jika kebanyakan anak-anak seusianya ketika mendapatkan uang apalagi dari hasil sendiri mereka akan membeli apapun yang mereka inginkan. Namun hal tersebut tidak berlaku untuk Nawwal. Ia tidak pernah membeli apapun dari hasil kerja kerasnya itu. Semuanya ia berikan kepada ibunya untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Melalui cerita ibunya, Nawwal mengatakan ibunya lah yang lebih membutuhkan uang itu bukan dirinya.

Tidak hanya memiliki pemikiran dewasa, anak bungsu dari tiga bersaudara ini juga berprestasi di bangku sekolah. Di sekolah Nawwal selalu mendapat prestasi akademik.

Reporter : Annisa Dwilya Budaya
Editor : Yuni Rahmawati

Satu tanggapan untuk “Nawwal, Bocah 13 Tahun Sandang Gelar Hafidz Al-Qur’an Muda dan Berprestasi

  • 11/17/2020 pada 2:32 pm
    Permalink

    Mantap teruslah bekarya.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *