SUMA UI Adakan Klinik Jurnalistik, Bahas Perspektif Gender dalam Media

Jakarta – Ukhuwahnews |Badan Otonom Pers Suara Mahasiswa Universitas Indonesia (SUMA UI) menggelar Webinar Puncak Klinik Jurnalistik 2021 pada Sabtu, (04/09/21).

Webinar yang dilakukan secara virtual ini membahas tentang “Pentingnya Jurnalisme Berperspektif Gender dalam Pemberitaan dan Ruang Redaksi” bersama tiga Narasumber melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran bisnis media dan masyarakat untuk mendukung nilai-nilai media yang egaliter dan berkeadilan gender.

Redaktur Konde.co Nurul Nur Azizah selaku pemateri mengatakan, dalam judul berita Viva terdokumentasi tahun 2020-2021 mengobjektifikasi atlet perempuan dan merendahkan kemampuan profesional.

“Dari sini kita bisa lihat bahwa ada diskriminasi dan juga perendahan martabat. Perempuan juga hanya dijadikan objek seksualitas dari pemberitaan itu,” jelasnya yang juga anggota Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Jakarta.

Lebih lanjut, Nurul juga mengatakan dengan adanya perspektif gender di media masa dapat menimbulkan kepekaan gender.

“Dari persfektif gender di media tercipta kesadaran bahwa ada ketidaksetaraan dan keadilan gender. Sehingga tidak ada diskriminasi, tak terkecuali kelompok minoritas dan bisa menciptakan pemberitaan berperspektif korban,” ujarnya.

Selaras dengan itu, Dosen Ilmu Komunikasi UI, Eka Suyanto mengatakan ada beberapa hal yang harus ditekankan dalam pemberitaan gender dan tubuh perempuan.

“Dalam pemberitaan gender dan tubuh perempuan ya harus dengan isu yang mendidik, memilih narasumber yang kredibel dan kapabilitas, menggunakan diksi yang tidak bias gender,” jelasnya.

Terakhir, Eka Suyanto berharap agar pria juga membahas mengenai perspektif gender ini, karena biasanya selalu wanita yang membahas hal ini.

“Saya berharap kepada peserta untuk tertarik dalam mempelajari lebih lanjut mengenai gender dan banyak sekali hal-hal yang harus kita diskusikan baik dari hal mikro maupun makro,” tutupnya.

Reporter: Annisa Dwinahari
Editor: Bunga Yunielda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *