Libur Tahun Baru Islam Di Geser, Ini Penjelasan Kemenag

Ilustrasi perayaan hari tahun baru islam.
Sumber foto: inews.id

Nasional – Ukhuwahnews | Seperti biasa, setiap tahunnya umat muslim Indonesia merayakan tahun baru Islam 1443 H pada tanggal 1 Muharam yang tahun ini jatuh pada Selasa, (10/8) hari ini. Namun, ada yang berbeda dengan perayaannya tahun ini.

Pasalnya, tahun baru Islam kali ini tidak dibarangi dengan libur tanggal merah. Hal itu dilakukan pemerintah demi mengurangi klaster baru penyebaran covid-19.

Pernyataan tersebut tertuang melalui keputusan bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 712, 1, dan 3 tahun 2021 tentang hari libur dan cuti bersama.

Dilansir dari laman kemenag.go.id pada Senin, (9/8) kemarin Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kamaruddin Amin mengatakan kebijakan ini perlu dilakukan karena mengingat suasana Indonesia saat ini dalam kondisi pandemi covid-19.  

“Tahun Baru Islam tetap 1 Muharram 1443 H, bertepatan 10 Agustus 2021 M. Hari liburnya yang digeser menjadi 11 Agustus 2021 M,” katanya dilansir dari laman Kemang, Senin, (9/8).

“Ini ikhtiar untuk mengantisipasi munculnya klaster baru corona, maka dari itu dipandang perlu dilakukan perubahan hari libur dan cuti bersama tahun ini,” sambungnya.

Namun, Kamarudin menegaskan yang digeser hanya liburnya saja bukan hari besar keagamaannya.

Selain hari libur tahun baru Islam, perubahan juga dilakukan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awwal 1443 H.

“Awalnya itu tanggal 19 Oktober, berubah menjadi 20 Oktober. Sedangkan cuti bersama dalam rangka hari raya natal pada 24 Desember ditiadakan,” tutupnya.

Reporter: M. Firdaus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *