Hargai Kesetaraan Gender, Sudah Saatnya Jurnalis Perempuan Mendapat Perhatian Lebih

Aksi demontrasi Jurnalis ketika menyuarakan haknya saat membela wartawan Tempo, Nurhadi di Bundaran Masjid Agung Mahmud Badaruddin I Kota Palembang. Kamis (1/4/21). Ukhuwahfoto/Adam Rachman

Jakarta – Ukhuwahnews | Menurut survei Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mayoritas Jurnalis perempuan merasakan kekerasan seksual selama bekerja. Sekitar 35 persen dari mereka adalah Jurnalis Profesional.

Dari data yang dihimpun AJI, 25 dari 34 Jurnalis perempuan mengakui mengalami kekerasan seksual ketika bekerja. Salah satu diantara mereka, Widya Pramastika selaku Jurnalis konde.id membenarkan hal tersebut.

“Tidak mungkin seorang perempuan tidak mengalami yang namanya pelecehan seksual apalagi catcalling. Kita seharusnya menjadikan perempuan sebagai karakter perubahan utama saat ini,” ujarnya pada webinar yang dilakukan AJI menyangkut Jurnalis perempuan. Rabu (5/5/21).

Selanjutnya, Widya mengatakan seharusnya pelecehan seksual seperti ini bisa di netralisir oleh perusahaan dimana Jurnalis bekerja.

“Seharusnya kita mengadakan atau mengajukan Standar Operasional Prosedur (SOP) ke perusahaan karena sebagian ada yang tidak mempunyai atau tidak peduli dengan hak tersebut,” katanya.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi kbr.id, Citra Dyah Prastuti sependapat dengan apa yang disampaikan Widya. Ia berpendapat sudah seharusnya Jurnalis perempuan merasakan kesetaraan gender.

“Secara umum gender itu bukan hanya soal perempuan. Gender itu beragam sudah seharusnya kami selaku perempuan mendapatkan hak tersebut. Kadang untuk cuti haid saja dipersulit,” katanya yang sudah menjalani profesi Jurnalis dari 2002 lalu.

Lebih lanjut, Citra berharap agar kedepannya Jurnalis perempuan lebih dihargai di lingkuan tempat bekera. Baik di kantor maupun di lapangan.

“Memulai sesuatu yang baik itu gampang namun mempertahankan yang sulit. Semoga kedepannya ditumbuhkanlah sikap saling menghargai terutama terhadap perempuan,” tutupnya.

Reporter : Odelia Winneke Putri
Editor : Muhamad Firdaus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *