Foto Ayah dan Anak di Suriah Raih Penghargaan Foto Terbaik SIPA 2021

Foto Mehmet Aslan yang berhasil memenangkan penghargaan Foto terbaik tahun 2021 oleh Siena International Photo Awards (SIPA). Sumber foto: Akun Instagram Mehmet Aslan

Nasional – Ukhuwahnews | Foto Ayah dan Anak karya Fotografer Turki, Mehmet Aslan berhasil meraih penghargaan Photo Of The Year 2021 pada ajang bergengsi Siena International Photo Awards (SIPA), Italia.

Foto yang berjudul “Hardship of Life” ini memperlihatkan seorang pria bernama Munzir yang kehilangan kaki kanannya akibat serangan bom di Idlib, Suriah sedang mengayunkan Anaknya, Mustafa.

Mustafa yang terlahir tanpa tangan dan kaki diakibatkan oleh kelainan bawaan disebabkan oleh obat yang tepaksa diminum ibunya, Zeynep karena menghirup gas berbahaya saat terjadinya perang Suriah.

Lokasi pengambilan foto tersebut berada di distrik Reyhanli provinsi Hatay, Turki, yang berbatasan dengan Suriah.

SIPA merupakan ajang bergengsi dengan peserta melibatkan banyak negara. Pada 2020, SIPA menerima 48 ribu karya dari fotografer amatir dan profesional yang berasal dari 156 negara.

Mehmet sendiri, selaku pemenang tahun ini merupakan fotografer aktif sejak 2006. Ia fokus pada manusia sebagai objeknya, karyanya telah dimuat di sejumlah media digital dan majalah. Mehmet juga pernah mendapatkan penghargaan AFIAP (The International Federation of Photographic Art (FIAP) pada tahun 2016.

Baca Juga: FKMP Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Asli Palembang

Dikutip dari the Washington Post, Mehmet mengatakan ia berharap foto ini bisa menyebarkan kisah Mustafa yang tengah berjuang mendapatkan Prostesis elektronik khusus yang belum tersedia di Turki.

sumber foto: Instagram Mehmet Aslan

Saat ini, Mehmet dengan SIPA mengajak menggalang dana membantu Mustafa dan keluarganya agar mendapat perhatian khusus.

Nantinya, hasil lebih dari bantuan tersebut akan disumbangkan ke Médecins Sans Frontires – Doctors Without Borders, untuk program rehabilitasi dan dukungan bagi orang-orang yang mengalami amputasi akibat perang di Suriah.

Reporter: Kemas Prima
Editor: M. Firdaus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *