Meski ditunda, Wisuda ke-73 dan ke-74 Tidak Serentak

UIN – Ukhuwahnews | Pasca mewabahnya virus corona atau Covid-19 di Indonesia, pemerintah melarang masyarakat untuk membuat kegiatan yang melibatkan banyak orang. Oleh karena itu juga, rencana 870 wisudawan Universitas Islam Negeri raden Fatah (UIN RF) Palembang untuk merayakan kelulusan pada bulan Maret lalu terpaksa harus ditunda hingga Juni mendatang.

“Meskipun begitu, Pelaksanaan wisuda ke-73 dan ke-74 akan dipisah karena, peserta wisuda ke-73 kan sudah ditetapkan,” ujar Kepala Biro AAk (Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan) Mirwan Fasta, S.Ag, M.Si, Kamis (9/4/20).

Usai diundur dari jadwal wisuda semula pada 28 Maret lalu, Mirwan belum bisa memberikan keterangan tanggal pasti wisuda ke-73 akan digelar. Hal ini karena menunggu situasi aman terlebih dahulu dari pandemi Covid-19.

“Mengenai tanggal, nanti kita lihat situasi aman terlebih dahulu,” ujarnya melalui pesan Whatsapp.
Lebih lanjut, Mirwan berharap agar situasi segera pulih dan virus Corona cepat lenyap dari Indonesia.

Kabar ditundanya jadwal perayaan wisuda ini sebelumnya juga disamapaikan oleh Rektor UIN RF, Prof. Drs. H. M. Sirozi, M.A, Ph.D melalui akun istagram pribadinya. Ia turut menyampaikan permohonan maaf karena harus membatalkan jadwal wisuda saat itu dan akan menjadwalkan ulang.

“Atas nama seluruh pimpinan UIN RF, Saya mohon maaf karena harus menunda acara wisuda sarjana yang telah disiapkan dan dinantikannnya bersama,” potongan tulisan Sirozi pada gambar yang di unggahnya Sabtu (28/3) lalu.

Disisi lain, salah satu mahasiswi Jurusan Jurnalistik Angkatan 2015 Anisa Murdiyati yang seharusnya dapat merayakan kelulusannya pada 28 Maret lalu mengaku sedih, tetapi menurutnya ini lebih baik daripada satu gedung harus terkontaminasi Covid-19.

“Sebenarnya sedih, tapi tidak apa-apa dari pada mengambil resiko terdampak virus Corona,” ujarnya.

Bagi anisa, prosesi wisuda ini sangat penting karena mahasiswa telah menempuh perkuliahan selama empat tahun ditambah menggarap skripsi yang sangat menguras pikiran sehingga patut diapresiasi.

“Penting sekali bagi orang-orang yang mau diwisuda, ini bentuk apresiasi usai dari menempuh perkuliahan,” ungkapnya.

Anisa juga mengatakan menghargai keputusan pihak kampus atas penundaan wisudanya asalkan proses pengambilan ijazah tidak dipersulit. Ia juga berharap penundaan ini dapat membuat dirinya lebih mempersiapkan diri untuk melanjutkan ke tahap mencari pekerjaan.

“Tidak masalah, yang penting tetap diiwisuda dan juga pihak kampus bisa membantu untuk mempermudah pengambilan ijazah,” tutupnya.

Web Resmi UIN RF juga telah memgumumkan untuk mahasiswa wisuda 73 untuk mengambil ijazah terlebih dahulu pada tanggal 13-17 April mendatang di BAK dengan membawa pas foto hitam putih ukuran 3×4 sejumlah dua lembar.

Reporter : Fitria, Nur

Editor : Fitria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *