Melalui Diskusi, AMP Ajak Masyarakat Peduli Papua

Foto: IST

Ukhuwahnews | Sikap diskriminatif terhadap orang berkulit hitam marak terjadi di masyarakat Indonesia, hal itu membuat Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) ajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap mahasiswa yang berasal dari Papua.

“Kami orang papua adalah bagian dari Indonesia, tolong saling menghargai serta hindari ucapan yang bernada rasisme terhadap orang berkulit hitam khususnya Papua,” ujar Ketua AMP Jhon Gobai saat menyuarakan pendapat di forum diskusi daring yang diadakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Teknokra Universitas Lampung, Kamis malam (11/06/2020).

Jhon juga mengatakan, sikap rasisme tersebut dimanfaatkan sebagai alat untuk melawan masyarakat Papua karena dianggap berbeda (berkulit hitam) dan masyarakat luar hanya melihat Papua dengan perspektif pembangunan saja.

“Semakin kesini orang Papua itu semakin terpinggirkan. Indonesia seakan butuh Papua dari Sumber Daya Alam (SDA) bukan orangnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Jhon juga menyampaikan tindakan dari sikap rasisme ini kerap dirasakan orang Papua yang merantau di luar daerah. “Kalau di Jawa cari kaos susah, naik taksi suka tutup hidung saat lihat kami, diejek berkulit hitam dan suka dibilang mirip monyet. Jadi selama ini seperti dianggap bukan bagian Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu, Tantowi Anwar selaku perwakilan Serikat Jurnalisme Untuk Keberagaman (SEJUK), meminta media membuka dan memperbanyak ruang dialog untuk memberi pembebasan informasi. Sehingga aspirasi, suara, dan hak-hak masyarakat Papua bisa terangkat.

“Seharusnya media jangan menutupi apa yang sebenarnya terjadi di Papua agar pemerintah mengetahui apa yang Papua inginkan, supaya masyarakat juga paham apa yang harus dilakukan untuk menghormati dan menjunjung tinggi martabat kemanusiaan,” ungkapnya.

Selaras dengan itu, Surya anata Ginting selaku Juru Bicara Front Rakyat Indonesia untuk West Papua mengatakan pola pikir itu harus diubah demi menciptakan kedamaian bagi bangsa Indonesia “Masalah papua adalah masalah kita semua, dimana orang Papua sendiri sebagai orang Indonesia dikhianati dengan perbuatan rasisme,” tutupnya.

Reporter: Firdaus, Duta Andini
Editor: Rezzy Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *