Mahasiswa Dirumahkan, Kuliah Online Dianggap Kurang Efektif

UIN – Ukhuwahnews | Terhitung sudah lebih dari dua pekan mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang melakukan kuliah online dari rumah akibat wabah covid-19. Namun nyatanya tidak semua orang menyambut baik dengan berjalannya kuliah daring ini, bagi mereka sistem ini kurang efektif.

Padila Subari, salah satu mahasiswi jurusan Pendidikan Matematika Semester empat, dirinya mengungkapkan cukup kerepotan karena menjalankan perkuliahan via online.
“Jurusan Saya kan Matematika ya, jadi sulit mengerti jika dosen menjelaskan via online kalau tatap muka lebih enak,” ujarnya Minggu malam (5/4/20) saat dihubungi melalui pesan whatsapp.

Lebih lanjut, selama perkuliahan Padila mengatakan menggunakan beberapa metode mulai dari aplikasi Zoom, Classroom, E-learning, grup whatsapp serta Google Meet.
“Sedangkan untuk memberi tugas, dosen akan mengirimkan dalam bentuk file, atau dosen langsung mengirimkan gambar pembahasannya via grup whatsapp,” tambahnya.

Meskipun begitu padila mengaku pasrah karena kondisi sedang tidak memungkin untuk berkuliah tatap muka di kelas.
“Sebenarnya tidak setuju dengan metode kuliah online, tetapi akibat virus Corona jadi tidak bisa dipaksa,” tutupnya.

Di sisi lain, kru Ukhuwah juga mengkontak salah satu dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi Muhammad Randicha Hamandia yang juga harus mengajar dengan metode daring.

Randicha mengatakan turut mengalami kesulitan untuk memberikan penilaian karena indikator yang berbeda, ia juga mengkhawatirkan jika menjelaskan dengan metode online mahasiswa sulit memahami yang tengah dijelaskan dosen.
“Kasihan sebenarnya mahasiswa, belum tentu jelas tentang materi,” ungkapnya.

Apalagi dalam kuliah online mahasiswa sering mengeluhkan berbagai hal.
“Banyak mengeluh mahasiswa ini, karena paket-lah, tidak maksimal-lah (kuliah online), sinyal-lah, gangguan-lah dan lainnya,” tuturnya.

Namun menurutnya, masih ada hal positifnya yaitu dapat memudahkan perkuliahan ditengah wabah corona ini. Sehingga mengurangi dampak penyebarannya dengan social distancing.
“Tetapi bagaimanapun juga tetap lebih sedikit positifnya ketimbang dampak negatifnya, karena kuliah tatap muka bagi saya lebih efektif,” tutupnya.

Reporter : Fitria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *