Lewat Festival Besemah, Pemuda Lestarikan Budaya Asli Pagar Alam

Tampak pembicara, Apip Nurdin dalam acara Festival Pemuda Besemah. Agenda ini ajak masyarakat lestarikan budaya asli Pagar Alam. Ukhuwahfoto/Dimas Cahaya Putra

Pagar Alam – Ukhuwahnews | Usung tema “Melandapi Kudok Betelok” Festival Pemuda Besemah yang diadakan pemuda pemudi kota Pagar Alam ajak masyarakat lestarikan budaya asli Pagar Alam.

Acara ini melibatkan 97 pemuda pemudi asli Kota Pagar Alam, dan diselenggarakan selama tiga hari dimulai pada 21 sampai 23 Mei.

Selaku Ketua Pelaksana, Imam Nur Akbar mengatakan total ada 140 peserta yang mengikuti Festival Pemuda Besemah ini.

“Jumlah panitia yang sudah kita selektifkan ada 97 orang. Untuk peserta itu awalnya ada 150 tapi karena ditambah tamu undangan jadi kita batasi menjadi 140,” ujarnya saat diwawancarai. Minggu (23/5/21).

Imam menambahkan acara ini ada yang berbayar dan ada juga yang gratis. “Untuk pameran dan pertunjukan itu gratis dan dibuka untuk umum. Tapi untuk seminar nasional itu berbayar,” katanya.

Festival ini berupa pameran barang-barang lama, dan penampilan seni tari asli Pagar Alam. Hal itu agar warga lebih peduli dan bisa melestarikan budaya Kota

“Ini diadakan agar masyarakat tahu bahwa Pagar Alam itu ada budaya,” tambah Imam.

Sementara itu, salah satu warga Pagar Alam yang hadir pada Festival Pemuda Besemah, Putriana mengatakan bahwa dirinya antusias dapat mengahadiri pergelaran ini.

“Sebagai warga Pagar Alam, saya atusias sekali. Lewat acara ini saya lebih tahu tentang kebudayaan Kota Pagar Alam,” tuturnya.

Lebih lanjut, Putri menyampaikan harapannya agar kegiatan ini diadakan setiap tahun

“Harapan saya semoga acara seperti ini diadakan setiap tahun, supaya pemuda Pagar Alam lebih tahu perkembangan budaya asli Pagar Alam,” tutupnya.

Reporter : Rio Romadhoni, Dimas Cahaya Putra
Editor : Muhamad Firdaus

2 tanggapan untuk “Lewat Festival Besemah, Pemuda Lestarikan Budaya Asli Pagar Alam

  • 25/05/2021 pada 1:08 AM
    Permalink

    Bangga jadi menjadi pemuda besemah
    Amen bukan kite kah siape agi amen bukan mak ini kah kebile agi

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *