Ketua Satgas HMI: Target 200 Vaksin, Pendaftar Membeludak Hingga 500

Vaksinasi dosis pertama yang diselenggarakan Polda Sumatera Selatan (Sumsel) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Gedung YPU. Kamis, (19/8/21). Doc. HMI.

Palembang – Ukhuwahnews | Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bersama dengan Polda Sumatera Selatan (Sumsel) mengadakan vaksin dosis pertama di Gedung YPU Palembang. Pendaftar online menggunakan google form yang menembus 500 peserta. Namun, kuota yang disiapkan hanya 200 peserta. Kamis, (19/8/21).

Ketua Satgas HMI Cabang Kota Palembang, Adi Mulia mengakui jika pendaftar melalui google form melibihi batas kuota atau overload.

“Sebelumnya memang kita buka pendaftaran online dan seharusnya memang ditargetkan 200 peserta. Tapi, sempat ada kendala kemarin, google form sempat tidak bisa tertutup sehingga pendaftar melebihi batas kuota,” katanya.

Adi juga mengatakan, target vaksin adalah masyarakat umum dan kader HMI sendiri, sehingga pendaftar melebihi batas, akhirnya pagi sebelum pendaftaran peserta membeludak dan harus diverifikasi lagi menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) sesuai dengan pendaftaran secara online.

“Akhirnya pagi kita verifikasi dan kita kasih nomor antrian,” tuturnya.

Selaras dengan Ketua Satgas Covid-19 HMI, Ketua HMI, Ulil Mustafa mengatakan hal yang sama, pendaftaran vaksinasi dosis pertama membeludak.

“Karena kita mengikuti protokol kesehatan dan arahan Polda Sumsel. Akhirnya, kita hanya dikasih kuota 200 peserta, nantinya juga akan ada vaksinasis dosis pertama gelombang kedua dan ketiga. Harapan kita begitu nantinya, karena masih banyak dari masyarakat yang mebutuhkan vaksin dosis pertama,” jelasnya.

Namun, dosis kedua kata Ulil akan diserahkan kepada Rumah Sakit. Mengingat syarat vaksin dosis pertama telah terpenuhi, nanti dosis kedua akan dipermudah di Rumah Sakit.

Salah satu peserta dari warga Seberang Ulu II, Agus Toni yang menghantarkan anaknya mengikuti vaksinasi sedikit protes kepada panitia, sebab panitia tidak menyebutkan nomor urut ketika memanggil nama antrian.

“Tadi saya hanya bertanya soal nomor urut. Kita tidak tahu sudah batas mana nomor urut yang dipanggil. Apakah sudah 200 atau berapa. Karena saya menemani anak saya untuk vaksin disini,” kata Agus.

Lelaki yang juga penyintas Covid-19 belum genap satu bulan ini juga mengharapkan vaksinasi ini dilakukan juga di sekolah-sekolah. Mengingat anaknya harus mengurus mendaftar menggunakan Kartu Identitas Anak (KIA) bukan KTP.

“Seharusnya vaksinasi ini bisa berjalan dengan lancar dan tidak dipersulit oleh pemerintah. Dan vaksinasi bisa berjalan dengan lancar. Khususnya di sekolah-sekolah seharusnya juga menggelar vaksinasi khusus siswa agar lebih mudah,” pungkasnya.

Reporter : Yuni Rahmawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *