Jembatan Penghubung Ambruk, Warga Dua Kecamatan di Pagar Alam Beralih Pakai Jembatan Darurat

Tampak jembatan penghubung Dusun Cawang Baru dan Tanjung Payung ambruk. Ambruknya jembatan ini diakibatkan oleh derasnya aliran air sungai Ayek Cawang. Kamis (6/5/21) Sumberfoto : Sripoku/Wawan

Pagar Alam – Ukhuwahnews | Jembatan penghubung ambruk, warga Dusun Tanjung Payung dan Dusun Cawang Baru beralih ke jembatan darurat sebagai pengganti akses jalan. Jembatan tersebut ambruk pada Kamis (6/5/21) malam.

Curah hujan tinggi yang terjadi selama beberapa hari terakhir menjadi penyebab tidak kuatnya tiang jembatan untuk menahan arus sungai yang deras.

Dari kejadian ini, hampir sebagian badan jembatan jatuh dan terbawa aliran sungai Ayek Cawang, untungnya hal ini langsung mendapat perhatian pemerintah daerah.

Pada keteranganya, Camat Pagaralam Selatan Jon Hasman mengatakan, pemerintah Pagaralam melalui dinas Pekerja Umum (PU) sudah membuat jembatan darurat sementara.

“Setelah kejadian kami dengan dinas PU membuat jembatan darurat sementara, tapi hanya bisa dilewati pengendara bermotor. Jadi mereka tidak harus menempuh perjalanan yang jauh dan memutar,” katanya.

Jon Hasman menambahkan untuk perbaikan jembatan masih menunggu anggaran perubahan dari pemerintah, dan material. Namun, sampah ambruknya jembatan sudah dibersihkan setelah kejadian.

“Kita buatkan jembatan darurat dulu dan sudah dibersihkan material yang roboh juga sampah yang tersumbat. Sejauh ini masih menunggu anggaran yang akan keluar bulan September nanti,” ujarnya menambahkan.

Diakhir wawancara, Jon Hasman memberi himbauan bagi warga untuk tetap berhati-hati pada saat melintasi jembatan.

Namun, dari keterangan salah satu warga yang rumahnya bersebelahan dengan jembatan, Elvi Vitria menyatakan robohnya jembatan diakibatkan aliran yang tersumbat oleh sampah dan bekas jembatan sebelumnya.

“Banyak sampah yang tersumbat di bawah jembatan, itu ada juga bekas robohan jembatan lama yang dibiarkan begitu saja, gak diangkut jadi sampah penuh dibawah material itu,” terangnya. Selasa (11/05/21).

Elvi juga menerangkan pada saat setelah kejadian hanya sampah bagian atas yang diangkut. Putusnya jembatan, selain intensitas air yang tinggi juga akibat banyaknya tumpukan sampah.

Reporter : Delta
Editor : Muhamad Firdaus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *