Ketika Abadimu Menjadi Darah Daging

: Puisi untuk Sapardi Djoko Damono

dan puisi-puisimu hari ini menjadi aroma keabadian
di antara halaman-halaman buku yang tanggal
dan tanggal-tanggal berguguran

namun ada yang lebih mendarah-daging
dari tumpukan kata-katamu
yaitu deburan ombak air mata kami
yang menyelinap di sela-sala karang puisi hari ini
;doa-doa dalam puisi adalah perahu
menghantar jasadmu dalam keabadian.

tenanglah pujangga,
tenanglah bersama doa-doa kami
yang abadi

Palembang, 19072020

~Alfi BS

Satu tanggapan untuk “Ketika Abadimu Menjadi Darah Daging

  • 07/23/2020 pada 3:20 pm
    Permalink

    BRAVO…BRAVO…BRAVOπŸ˜˜πŸ‘πŸ˜˜πŸ‘πŸ˜˜πŸ‘πŸ˜˜πŸ‘πŸ˜˜πŸ‘

    Balas

Tinggalkan Balasan ke RahmanHBB Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *