Keluh Kesah dan Pesan Dosen UIN RF Saat Kuliah Daring

UIN RF – Ukhuwahnews | Pandemi Covid-9 membuat UIN Raden Fatah Palembang mengalihkan kuliah tatap muka menjadi kuliah dalam jaringan (Daring). Hal ini membuat beberapa dosen meresahkan jalannya proses pembelajaran.

Salah satunya, Sekretaris Program Studi Hukum Keluarga Islam, Armasito mengeluhkan mahasiswa yang akif di awal perkulihaan dan suka titip absen, tetapi mengharapkan nilai yang bagus.

 “Kebanyakan mahasiswa berjuang di awal saja, kalau merasa sering hadir sudah seperti di atas angin merasa nilainya pasti sesuai harapan padahal suka titip absen dari grup WhatsApp. Ini yang membuat timbulnya protes kalau nilai akhir kecil,” katanya saat ditemui di ruangannya.

Armasito yang juga dosen di Fakultas Syariah juga mengatakan pembelajaran daring membuat beberapa mahasiswa menerima nilai di luar standar karena sering tidak tahu dengan adanya tugas.

“Sebenarnya kalau komunikasinya baik tidak ada masalah sama kuliah online ini, secara teori mungkin dosen tidak terima perbaikan nilai tapikan secara humanis juga dipertimbangkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia meminta mahasiswa untuk tetap memiliki semangat yang tinggi di tengah pandemi Covid19.

“Mahasiswa harus punya spirit yang sama rata dalam pembelajaran daring, jangan cuma update status di media sosial saja yang lancar sinyalnya, kuliah juga,” imbuhnya dengan sedikit bercanda.

Senada dengan itu, Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Anggini mengatakan sejauh ini kuliah daring kurang efektif untuknya sebagai tenaga pengajar.

“Masalahnya mungkin pada isinyal, saya sering tidak paham dengan maunya mahasiswa jadi ribet gitu,” ujarnya saat diwawancarai lewat pesan singkat. Selasa (13/10/20).

Anggini juga menambahkan, selaku dosen ia menggunakan media pembelajaran Google Classroom dan mengaku mulai terbiasa dengan pembelajaran daring.

”Sekarang si mulai terbiasa sama sistemnya, kalau daringkan tidak terlalu sering bertatapan langsung dengan mahasiswa jadi sedikit nyaman aja,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Ahmad Syarifudin mengatakan secara umum e-learning  sudah memenuhi standar pembelajaran jarak jauh.

“Dari kendala ada dua sisi, pertama pengguna e-learning baik dosen maupun mahasiswa masih awam dalam hal ini, kedua mungkin masalah dari jaringan,” sampainya.

Ia juga berharap agar ke depannya e-learning UIN Raden Fatah mendukung penuh mahasiswa dan dosen untuk melakukan kuliah daring.

“Semoga nantinya aplikasi ini didukung oleh aspek lain seperti tutorial penggunaan, pengayaan materi, dan metode pembelajarannya,” harapnya.

Reporter : Muhamad Firdaus, Jeniedya
Editor: Melati Arsika
Ilustrasi: Aisyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *