Kampus Diliburkan Karena COVID-19, Cilok Pink Sepi Pembeli

Ukhuwahnews | Wabah Virus Corona atau COVID-19 yang kini menyebar ke Indonesia turut memberi pengaruh pada setiap kegiatan masyarakat, termasuk aktivitas di Kampus UIN Raden Fatah Palembang. Bagaimana tidak, sejak secara resmi Rektor UIN RF mengeluarkan surat edaran terkait kuliah yang dilakukan secara daring pada 16 Maret 2020, mendadak suasana kampus biru menjadi lengang. Setelah edaran tersebut disampaikan kepada mahasiswa dan para dosen secara berantai via Whatsapp, semua elemen kampus diimbau untuk di rumah saja.

Surat edaran Rektor UIR RF terkait pencegahan wabah COVID-19. Foto: dok. UIN RF

Tak hanya itu, pedagang juga merasakan dampaknya. Orang-orang yang biasanya memperoleh penghasilan harian dari berjualan di kampus biru, kini menjadi sepi pembeli. Bahkan ada yang memutuskan untuk ikut libur selama kampus diliburkan. Namun, masih ada saja pedagang yang mengharapkan dagangannya tetap terjual meski dalam kondisi kampus libur.

Salah satu pedagang jajanan di UIN RF yang tetap berjualan yaitu, Iin Suherman pedagang cilok di dekat Fakultas Syariah. Saat ditemui pada Senin lalu (30/3) gerobak cilok berwarna merah mudanya masih bersandar di depan pertokoan yang sudah banyak tutup. Di deretan kedai yang berjejer, hanya ia, penjual bakso dan satu toko ATK yang masih tetap berjualan.

Ia menyebutkan sejak libur akibat wabah COVID-19, hari itu adalah hari pertamanya berjualan lagi selama kampus diliburkan. Baginya selain suasana kampus, dagangannya juga menjadi sepi padahal di hari biasa, Iin sering dikerumuni para pembeli.

“Ini lebih sepi daripada hari Minggu. Bahkan libur semester juga tak sesepi ini, masih ada yang mengurus skripsi ke Kampus,” ungkapnya sambil menyapu keringatnya dengan handuk kecil yang dikalungkan dilehernya.

Hari itu sudah lewat tengah hari, namun ia tetap mensyukuri karena dagangannya sudah ada membeli meski tak banyak. Cilok yang ia jual, terbilang tidak mahal. Harga hanya Rp500 perak untuk satu pentol cilok seukuran telur puyuh.

“Biasanya kalau kuliah sedang aktif bisa dapat penghasilan sampai Rp800 ribu. Itu sudah dapat untung Rp350 ribu,” cerita lelaki yang suka memanggil pembelinya dengan sebutan ‘cantik’ tersebut.

Banyak pedagang turut meliburkan berjualan selama aktivitas kampus dirumahkan. Terlihat tak banyak toko yang buka di sepanjang kantin dekat Fakultas Syariah UIN Raden Fatah Palembang. Senin (30/3/2020). Ukhuwahfoto/Fitria

Meskipun ada orang yang panik dengan wabah COVID-19, tetapi  Iin mengaku masih tetap berjualan dari pagi hingga dagangannya habis.

“Paling kalau tidak habis (dagangannya), sore nanti keliling ke kampung juga,” katanya.

Pada saat jeda waktu perkuliahan atau waktu makan siang, mahasiswa wara-wiri membeli makanan kesukaanya. Namun, sejak mahasiswa dirumahkan, tak terlihat lagi aktivitas mereka membeli jajanan.

Dagangan Iin dapat dikategorikan sebagai salah satu pilihan favorit mahasiswa UIN Raden Fatah, contohnya mahasiswi Jurnalistik Semester delapan Tri Riski Agustina.

Ia mengaku menyukai cilok yang dijual Iin karena mempunyai kekhasan tersendiri. Tri menyebutnya dengan cilok pink atau cilok mamang (sebutan paman di Palembang) pink sesuai warna gerobaknya yang dicat nyetrik berwarna merah muda.

“Kalau ke Fakultas Syariah Saya sering beli, ciloknya walaupun kecil tetapi murah dan enak,” ujarnya saat melalui pesan whatsapp.

Ditambah lagi gaya pemasaran yang dianggap Tri berbeda dan sangat ramah dengan pembeli. Namun, karena jarak fakultasnya dan lokasi berdagang Iin tidak dekat, Tri tak terlalu sering menyinggahi cilok pink tersebut.

“Yang lain mainstream, tapi pedagang ini beda,” imbuhnya.

Saat perkuliahan normal, biasanya di setiap fakultas ramai pedagang yang berjualan aneka kebutuhan mahasisiwa hingga bermacam-macam jajanan seperti cilok (aci dicolok), bakso, mpek-mpek, tekwan (makanan khas Palembang), siomay, es jagung dan masih banyak lagi. Mulai dari berjualan di food court, kedai fakultas atau berjajar di tepi jalan Jl. Zainal Abidin tersebut.

Tri juga berharap agar wabah COVID-19 segera usai, dan semua aktivitas di kampus dapat pulih kembali sebelum bulan Ramadhan tiba.

“Semoga Virus Corona segera sirna, agar yang kuliah bisa aktif lagi yang berdagang bisa mencari rezeki lagi. Kasihan Saya lihat pedagang minim pendapatan,” tutupnya di akhir percakapan.

Reporter: Fitria

Satu tanggapan untuk “Kampus Diliburkan Karena COVID-19, Cilok Pink Sepi Pembeli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *