Upah 9 M Belum Dibayar, Ratusan Buruh PT Gading Cempaka Graha Minta Keadilan

Empat buruh sedang memegang spanduk bertulisan mogok makan pada aksi tuntutan pembayaran gaji pada tahun 2020 dan 2021 oleh PT Gading Cempaka Graha dengan aksi mogok makan di depan Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Rabu (27/10/21). Ukhuwahfoto/Wisnu Alfin

Palembang – Ukhuwahnews | Ratusan buruh PT Gading Cempaka Graha menuntut pembayaran gaji pada tahun 2020 dan 2021 dengan aksi mogok makan di depan Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Perwakilan dari serikat buruh PT Gading Cempaka Graha, Andreas mengungkapkan aksi ini akan terus dilakukan sampai satu minggu kedepan. Rabu (27/10/21).

Andreas mengatakan aksi ini akan terus berlangsung sampai Gubernur Provinsi Sumatera Selatan menemui langsung para buruh di depan Kantor Gubernur Sumsel.

“Aksi ini akan terus berlangsung hingga Bapak Gubernur menemui langsung para pendemo disini, dan kami akan terus menunggu sampai tuntutan yang telah kami bawa akan diusut oleh pemerintah,” tuturnya.

Ia melanjutkan bahwa aksi mogok makan ini menuntut tentang upah buruh yang tidak dibayarkan sesuai dengan nota penetapan.

“Para buruh menuntut untuk pembayaran upah di tahun 2020 dan tahun 2021. Aksi ini juga sebagai tanda bahwa perlawanan buruh belum selesai. Buruh harus mandapatkan hak nya secara utuh,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Provinsi Sumsel, Dr. H. Koimudin, SH., MM mengatakan tuntutan ini sudah di proses secara hukum dan akan terus di kawal hingga tuntas.

“Kasus ini sebenarnya telah berproses hukum, perwakilan dari buruh sudah pernah bertemu dengan unsur manajemen di PT Gading Cempaka Graha sebanyak beberapa kali namun belum mendapat penyelesaian dan hingga saat ini kasus ini sudah mencapai Nota kedua dan siap membawa kasus ini ke pidana,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, akan terus menggiring kasus ini dengan mengikuti tahapan-tahapan yang seharusnya, sebab upah yang belum dibayarkan kepada 130 buruh oleh PT Gading Cempaka Graha sebesar 9 Miliar.

“Maka dari itu pada tanggal 3 November kita tidak lagi memanggil pimpinan manager dari PT Gading Cempaka Graha namun untuk ketiga kalinya memanggil pemimpin langsung. Sebanyak 9 M uang yang harus dibayarkan oleh PT Gading Cempaka Graha kepada pekerja. Ini membuktikan bahwa pemerintah sangat memperhatikan nasib para buruh yang ada di PT Gading Cempaka Graha,” jelasnya.

, Kepala Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Provinsi Sumsel, Dr. H. Koimudin, SH., MM yang turut hadir dalam aksi tersebut. Rabu (27/10/21). Ukhuwahfoto/Wisnu Alfin

Selama aksi ini berjalan, Asisten Bidang 1 Gubernur Sumatera Selatan, Dr H Rosidin Hasan M,Pdi mewakili Gubernur Sumsel, Herman Deru, menyampaikan permintaan maaf kepada para buruh atas ketidakhadiran Gubernur saat ini.

“Bapak Gubernur belum sempat membersamai kita di kesempatan kali ini dikarenakan sedang ada jadwal menghadiri kunjungan di Kabupaten Ogan Ilir dan Kabupaten Pali. Meskipun begitu kami yakin apa yang menjadi keresahan masyarakat akan direspon langsung oleh pemerintah,” pungkasnya.

Hingga berita ini naik, para buruh tetap berada di depan Kantor Gubernur Provinsi Sumsel untuk menunggu Gubernur menemui peserta aksi.

Reporter : Wilda Rahmatunnisa
Editor : Yuni Rahmawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *