Read Time:2 Minute, 6 Second
Pedagang sayur dan kebutuhan pokok melayani pembeli di Pasar Gumawang, OKU Timur, Jumat (04/04/2025). Ukhuwahfoto/Rani Dwi Oktafidiya

OKU Timur – Ukhuwahnews|Sejumlah pedagang mengungkapkan keluhan mereka tentang semakin sulitnya daya beli masyarakat akibat lonjakan harga kebutuhan pokok di pasar Gumawang, Ogan Komering Ulu Timur (OKU T), Jum’at (04/04/2025).

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), harga sejumlah komoditas sembako memang menunjukkan kenaikan yang cukup tinggi pada bulan Maret 2025.

Salah satu yang mencolok adalah harga cabai rawit merah yang mencapai Rp90.000 per kilogram. Ini menjadi sorotan karena pada bulan sebelumnya harga cabai rawit merah hanya sekitar Rp70.000 per kilogram.

Selain itu, harga cabai merah besar juga mengalami kenaikan dari Rp50.000 menjadi Rp65.000 per kilogram.

Baca juga: Shalat Ied di Jembatan Ampera: Simbol Kebersamaan Masyarakat Palembang

Salah seorang pedagang sayur di Pasar Gumawang Siti, mengungkapkan keluhan kenaikan harga sembako sebelum dan setelah lebaran tidak juga mengalami penurunan.

“Harga cabai merah dan cabai rawit khususnya, yang awalnya hanya sekitar Rp30.000 sekarang sudah Rp100.000,” katanya.

Siti juga mengungkapkan bahwa harga sembako yang terus melambung tinggi membuatnya kesulitan untuk menjaga daya tarik dagangannya.

“Harga bahan pokok seperti Harga beras yang kini menembus angka Rp12.000 per kilogram, minyak goreng yang mencapai Rp18.000 per liter, serta harga gula yang meningkat hingga Rp20.000 per kilogram,” jelasnya.

Menurut hemat Siti, harga tersebut memang sudah mulai tinggi sejak beberapa bulan lalu.

“Tapi setelah Lebaran, belum ada tanda-tanda akan turun,” ujar Ibu Siti.

Siti juga mengkhawatirkan jika terus tidak ada penurunan harga takutnya pelanggan akan sedikit membeli sembako karena ada penekanan harga yang tinggi.

“Saya khawatir pembeli akan semakin berkurang karena mereka juga tertekan dengan harga yang semakin tinggi. Sebagai pedagang, saya juga harus menjaga agar tetap bisa menjual dengan harga yang wajar, tetapi dengan kondisi seperti ini, sangat sulit,”

Keluhan serupa juga datang dari ibu rumah tangga seperti yani, yang merasa kewalahan dengan lonjakan harga bahan pokok.

“Dengan harga sembako yang terus naik, saya jadi kesulitan untuk membeli kebutuhan sehari-hari,” tutur yani.

Yani berharap agar harga sembako segera kembali normal, karena dampaknya sangat besar bagi kehidupan mereka sehari-hari.

“Kami berharap pemerintah bisa membantu menstabilkan harga.

Lebih lanjut, Yani berharap ada solusi jangka panjang dari pemerintah agar kenaikan harga sembako tidak terus berlarut-larut.

“Jangan sampai masyarakat semakin terbebani dengan harga yang terus melambung, terutama setelah Lebaran yang seharusnya menjadi waktu untuk merayakan kebahagiaan bersama keluarga,” tutup yani.

Reporter: Rani Dwi Oktafidiya
Editor: Annisaa Syafriani

About Post Author

Annisaa Syafriani

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Shalat Ied di Jembatan Ampera: Simbol Kebersamaan Masyarakat Palembang
Next post Bungsu yang Mahir Sembunyi