Satu Juta Vaksinasi : Dari Ujicoba Sampai Tidak Sebar Sertifikat Vaksin Digital

Penyuntikan vaksin oleh tenaga kesehatan kepada lansia di Palembang Icon Mall. Selasa, (16/02/21). Ukhuwahfoto/M Ilham Akbar

Palembang – Ukhuwahnews | Provinsi Sumatera Selatan (sumsel) turut andil mendukung Program Vaksinasi Nasional dengan satu juta vaksinasi per hari. Ujicoba tersebut telah dimulai pada Sabtu, (26/06). Dalam program itu, Sumsel mendapat target 31 ribu vaksinasi terbagi ke 17 Kabupaten/Kota.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nurainy mengatakan ujicoba vaksin ini adalah bentuk usaha agar bisa melihat kemampuan provinsi jika diterapkan satu juta vaksin yang dimulai pada 1 Juli 2021.

“Supaya vaksinasi kita ini segera selesai dan tidak memerlukan waktu yang panjang. Sebab kita mengejar target sebetulnya, agar fungsi vaksinasi bisa optimal,” katanya.

Saat ini di Sumsel ada 433 fasilitas kesehatan, Rumah Sakit, Puskesmas, maupun klinik yang siap melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat umum diatas 18 tahun.

Di Palembang sendiri, vaksin gratis juga sudah tersebar dibeberapa titik. Yaitu di RSUP Dr Moh Hoesin, RS Kusta Dr Rivai, dan Poltekkes. Dengan syarat hanya membawa KTP saja.

Setelah di vaksin, masyarakat akan mendapatkan sertifikat vaksin dalam bentuk digital. Dalam sertifikat akan ditunjukkan keterangan nama, NIK, tanggal lahir, nomor sertifikasi vaksin, tanggal pelaksanaan vaksin, disertai kode QR.

Sumber : instagram divisihumaspolri

Karena berisi sejumlah informasi pribadi seperti nomor NIK, nama lengkap, dan tanggal lahir, Humas Polisi Republik Indonesia (Polri) dalam akun Instagramnya bernama @divisihumaspolri mengimbau agar masyarakat yang telah menjalani Vaksinasi Covid-19 tahap pertama dan kedua untuk melindungi data pribadi dengan tidak menyebarluaskan sertifikat digital tersebut.

“Sudahkah kalian vaksin Covid-19? Jika sudah, pastinya kalian akan mendapatkan sertifikat digital vaksin Covid-19. Sertifikat vaksin Covid-19 itu memuat QR Code yang wajib dilindungi karena memuat data pribadi kamu loh. Jadi, jangan unggah sertifikat digital ya. Karena bisa saja data anda disalahgunakan untuk kejahatan.” ungkap akun tersebut.

Reporter : Yuni Rahmawati
Editor : Muhamad Firdaus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *