RSMH Dukung Pembelajaran Tatap Muka, Wali Murid: Takutnya Tidak Efektif

Selaku Pembicara, Silvia Triatna (Kanan) bersama Muharni Sari (Kiri) sedang membahas kesiapan pembelajaran tatap muka dalam siarang langsung youtube “Creator RSMH Palembang”. Jumat, (02/07). Sumber : Doc ukhuwah

UIN RF – Ukhwahnews | Lewat akun youtube “Creator RSMH Palembang” Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang laksanakan seminar online pada Jumat, (02/07) dengan mengusung tema “Siapkah Buah Hati Kita untuk Kembali Sekolah di Masa pandemi”.

Seminar ini bertujuan menanggapi Surat Keputusan bersama empat menteri Indonesia yang berisikan aturan bagi setiap sekolah melaksanakan pelajaran tatap muka. Surat tersebut telah ditandangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Menanggapi hal tersebut, Silvia Triatna selaku dokter speasilis anak konsultan mengatakan, bahwa orang tua tidak perlu panik atau melarang anak untuk sekolah tatap muka. Sebab peraturan tersebut telah disetujui oleh pemerintah.

“Cukup waspada saja, kita seharusnya tidak boleh terlalu takut. Kalau sesuai prosedur tatap muka akan berjalan dengan harapan,” Ujar Ketua Emergensi Rawat Intensif Anak (ERIA) Rumah Sakit Mohammad Hoesin itu.

Silvia menegaskan pembelajaran tatap muka harus melalui persiapan matang. Kapasitas sekolah tidak boleh melebihi 50 persen atau memaksimalkan 18 anak setiap jam pelajaran.

“Sebelum berangkat sekolah, kesehatan anak harus diawasi orangtua walaupun terlihat sehat. Sekolah juga perlu menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Silvia menginformasikan dimasa pandemi Rumah Sakit Mohammad Hoesin telah membuka aplikasi online Telemedicine atau Primaku untuk berkonsultasi di Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Sementara itu, salah satu wali murid Sekolah Dasar, Dwi Mike Damayanti mengatakan, pembelajaran tatap muka kurang efektif karena waktu yang digunakan terlalu singkat.

“Ditakutkan minimnya waktu dapat menyulitkan siswa dalam menyerap materi dan pengenalan karakter antara guru dan siswa akan berkurang,” pungkasnya.

Dwi berharap agar pandemi segera berakhir, supaya semua kegiatan termasuk proses belajar mengajar bisa dilakukan seperti biasanya.

Reporter : Siti Alicia Zahirah dan Odelia Winneke
Editor : Muhamad Firdaus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *