Pesan Imam Besar Masjid Agung: Amalkan Al-Qur’an dan Ajarkan

Salat Jenazah di Pondok Pesantren Ahlul Quran sekaligus lokasi pemakaman Almarhum K.H Ahmad Nawawi Dencik Al-Hafiz, Senin (28/6). Ukhuwahfoto/M. Adam Rachman.

Palembang – Ukhuwahnews | Suara sirene mobil ambulans dan gema takbir tahlil dari ratusan pelayat pada pemakaman jenazah Imam Besar Masjid Agung Palembang, KH. Ahmad Nawawi Dencik Al-Hafiz bersahut-sahutan tak putus.

Pemakaman itu dilaksanakan di Pondok Pesantren Ahlul Quran, Karya Baru, KM 10, Palembang, pada Senin, 28 Juni 2021, pukul 09.50 WIB.

Menurut H. Junaidi Azhari Al-Hafiz (54), Murid KH. Nawawi angkatan pertama tahun 1998, pemakaman di pesantren adalah permintaan Almarhum sendiri.

“Tujuannya supaya lebih dekat dengan keluarga, jamaah, dan santri,” kata H. Junaidi Azhari dengan mata berbinar.

KH. Nawawi Dencik Al-Hafiz adalah ulama besar di Sumatera Selatan. Ia meninggal pada Minggu, 27 Juni 2021, Pukul 14.07 WIB di RSPAD Pav Kartika, Jakarta.

“Dulu, di tahun 1998 angkatan pertama, kami mulai menghafal Al-Qur’an dengan kiai di Jalan Basuki Rahmat tempat kediaman almarhum,” lanjut H. Junaidi.

Menurut pria 54 tahun itu, murid angkatan pertama ada sepuluh santri.

“Buya Nawawi Dencik selalu meminta kami mengamalkan Al-Qur’an dan mengajarkannya ke generasi muda.” tambahnya.

Sementara itu, Rendy (25), Alumni Pondok Pesantren Ahlul Qur’an yang sedang mengenyam Pendidikan Studi Ilmu Al-Quran Al-latifiyyah menjelaskan, supaya terus mengajarkan Al-Qur’an supaya generasi Qur’an tidak putus.

K.H Nawawi Dencik dikenal sebagai ulama yang mendidik santrinya dengan menghafal Al-Quran. Ia mendirikan Pondok Pesantren Ahlul Quran dan telah melahirkan puluhan Hafiz Quran.

“Petuah beliau terus terngiang dibenak kami tentang keharusan menjaga hafalan, junjung terus hikmah dan istikamah,” kata Rendy.

Rendy juga menjelaskan selalu ingin memeluk kiai yang dianggap santri sebagai figur dan panutan nyata dalam kehidupan.

Diakhir pertemuan, puluhan santri dan jamaah bergantian memanjatkan doa di sekitaran pusara almarhum. Pihak keluarga mengajak untuk takziah selama tujuh hari berturut-turut dimulai dari malam ini.

Reporter: M. Adam Rachman
Editor: Bunga Yunielda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *