Peringati Hari Tani, Aliansi BEM se-Sumsel Tuntut Kesejahteraan Petani

Salah satu peserta aksi memegang tulisan “Darurat Reforma Agraria” saat aksi di simpang 5 DPRD Sumsel. Jumat, (24/9/21). Ukhuwahfoto/M. Ilham Akbar

Palembang – Ukhuwahnews | Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sumatera Selatan menggelar Aksi Mimbar Bebas dan Aksi Kreatif dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional di Simpang 5 DPRD Provinsi Sumatera Selatan. Jumat, (24/9/21).

Aksi ini sebagai bentuk peringatan kepada pemerintah agar lebih memperhatikan kesejahteraan Petani, dengan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai kampus di Sumsel.

Saat ditemui Koordinator Lapangan, Hansen Febriansyah mengatakan kebijakan- kebijakan yang ada pada UU Pokok Agraria mengenai kesejahteraan Petani tidak sejalan dengan kenyataan yang ada.

“Sudah 61 tahun kebijakan yang ada di UU Pokok Agraria yang menyatakan bahwa tanah itu diprioritaskan kepada Petani, namun pada kenyataannya banyak pihak-pihak yang semena-mena mengambil lahan milik Petani untuk memperkaya diri sendiri,” ujarnya.

Hansen menambahkan jika penerapan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dianggap kurang maksimal dengan tidak bersikap tegas untuk mensejahterakan Petani Indonesia.

“Terjadi konflik agraria di mana-mana, kebijakan yang dibuat untuk mensejahterakan Petani seringkali tidak dijalankan sebab dianggap elemen masyarakat yang lemah sehingga mudah untuk merampas hak dari Petani itu,” tambahnya.

Refleksi peserta aksi dari genangan air hujan. Ukhuwahfoto/M. Ilham Akbar

Di tempat yang sama, salah satu peserta aksi, Maulana Fattah mengatakan bahwa tujuannya mengikuti aksi ini ialah untuk ikut menyuarakan kesejahteraan petani yang ada di Indonesia

“Banyak sekali konflik agraria yang ada di Indonesia ini, aksi ini sebagai suatu peringatan kepada pemerintah untuk lebih peduli terhadap Petani di Indonesia dan menyelesaikan semua permasalahan mereka sesuai dengan kebijakan yang ada,” ujar mahasiswa jurusan Ilmu Hukum Universitas Sriwijaya ini.

Maulana berharap dengan diselenggarakannya aksi ini pemerintah dapat segera berbenah dalam memperbaiki kesejahteraan Petani.

“Semoga pemerintah dapat segera menyelesaikan konflik agraria, terkhusus yang ada di Sumatera Selatan ini dan juga pertanian di Indonesia mendapat kesejahteraannya,” tuturnya.

Adapun sikap Aliansi BEM se-SumSel sebagai berikut:

1. Mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, untuk mengembalikan hak- hak Petani, mulai dari sengketa tanah yang berujung pada konflik, ketersediaan alat-alat pertanian untuk Petani, dan bantuan pupuk subsidi yang tepat sasaran.

2. Mendesak Pemprov Sumsel untuk mengawal kebijakan harga pupuk dan stabilitas harga jual hasil budidaya pertanian.

3. Mengawal projek food estate.

4. Mendesak Pemprov untuk realisasi pertanian modern yang mensejahterakan Petani.

Akhir dari aksi ini yaitu audiensi antara perwakilan dari Aliansi BEM Sumatera Selatan dengan Pemprov Sumsel yang meliputi Dinas Pertanian dan Holtikultura Sumatera Selatan terkait tuntutan sikap yg telah ditentukan.

Reporter: Wilda Halimatunnisa
Editor: M. Firdaus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *