Penyekatan Mudik Lebaran Tersebar di 5 Titik Kota Palembang

Salah satu penumpang dari mobil travel yang menuju Kota Palembang sedang diperiksa kelengkapan persyaratannya oleh salah satu anggota Operasi Ketupat Musi di Simpang Kilometer 12, Kamis (06/05/21). Ukhuwahfoto/M. Aidil Ihksan.

Palembang – Ukhuwahnews | Pemerintah Kota Palembang secara resmi melarang warganya mudik lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah pada 6 hingga 17 Mei mendatang. Penyekatan kendaraan pemudik pun dilakukan di lima titik berbeda.

Hal ini telah disosialisasikan oleh Kepolisian Lalu Lintas Palembang beberapa minggu sebelum penyekatan dilakukan. Lima titik tersebar di Simpang KM 12, Simpang Nilakandi, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jakabaring, Talang Jambe, dan Plaju.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polrestabes Palembang Komisaris Polisi Endro Wibowo mengatakan bahwa pengetatan atau pemeriksaan dilakukan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik, baik itu menuju Palembang ataupun meninggalkan Palembang.

“Sesuai tugas edaran Satgas Covid No. 13 Tahun 2021, masyarakat yang diizinkan melintas hanya masyarakat yang berada di posisi urgensi, yakni sakit, mau melahirkan, atau keluarga terdekat meninggal dunia. Hal tersebut didukung dengan surat kesehatan yang berlaku 1x24jam,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sedang menjalankan dinas luar kota, wajib melampirkan surat tugas dari instansi resmi.

“Sejak tadi malam, ada kurang lebih 100 kendaraan penumpang yang diputarbalikkan karena tidak melengkapi berkas-berkas tadi. Dengan dipulangkan kembali, bukan semata-mata kami bertindak tidak etis. Namun, ini demi kebaikan bersama-sama,” tambahnya.

Tak hanya itu, Endro mengungkapkan bahwa di titik pos penyekatan juga tersedia fasilitas Swab anti-gen untuk masyarakat yang sudah memiliki surat kesehatan. Namun, didaerahnya belum memadai tes tersebut.

“Jika hasilnya reaktif, maka penumpang tersebut diisolasi di tempat-tempat terkait,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Endro menuturkan, untuk jenis kendaraan logistik seperti truk, hingga mobil pengiriman barang tetap diizinkan melintas. Namun, harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang sesuai. Jika tidak diindahkan, maka kendaraan tersebut akan ditilang.

Di samping itu, mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris Alifah Hairani berpendapat bahwa kegiatan ini kurang efektif, karena masyarakat banyak yang telah berangkat terlebih dahulu sebelum tanggal ditetapkan penyekatan ini.

“Jika takut virus tersebut menyebar ke anggota keluarga lain, lalu untuk apa upaya sosialisasi protokol kesehatan Satgas Covid selama setahun lebih ini? Dengan demikian, ketika sudah sampai di kampung halaman, sebaiknya bebersih dulu sebelum berbaur dengan keluarga,” tutupnya.

Reporter : Elyssa Meilyana
Editor : Bunga Yunielda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *