Penerbangan Dibatasi, Semua Penumpang Terpaksa Reschedule

Lakukan penyekatan mudik, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang membentuk posko monitoring keberangkatan pesawat pada Kamis, (6/5/2021). Ukhuwahfoto/ Krisna Aldrin.

Palembang – Ukhuwahnews | Palembang kini kembali memasuki zona merah penyebaran Covid-19. Hal ini menyebabkan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melarang warganya untuk mudik baik antarprovinsi ataupun antarkota. Tak terkecuali mudik melalui jalur udara, saat ini Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II tengah melakukan pembatasan penerbangan.

Executive General Manager Bandara SMB II, Tommy Ariesdianto menuturkan bahwa ada satu titik pemeriksaaan yakni sebelum keberangkatan. Lalu akan melakukan pengecekan terhadap penumpang yang mempunyai dokumen resmi dari instansi terkait atau bukti surat kesehatan.

“Sebelumnya akan ada pengecekan dokumen dari instansi karena yang diizinkan untuk terbang adalah penumpang yang memang melakukan dinas atau yang telah memeriksa kesehatan dengan bukti surat rekomendasi dari instansi tersebut,” ujarnya pada Kamis, (06/05/2021).

Tommy juga menambahkan, pembatasan ini baru dilakukan hari ini dengan satu hari hanya boleh satu penerbangan saja. Sehingga jadwal penerbangan penumpang akan di reschedule kembali.

“Dalam pengendalian ini baru satu hari dan jadwal penumpang akan di reschedule kembali,” katanya.

Pembatasan dan pengendalian ini juga bekerja sama dengan beberapa pihak instansi seperti TNI/Polri, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Custom Imigration, Basarnas dan lain sebagainya.

Disamping itu pula, salah satu penumpang dengan tujuan Jakarta, Herli Widianti menanggapi bahwa pembatasan penerbangan bagus untuk menghambat arus masyarakat yang dari daerah ke kota agar Covid-19 tidak menyebar lagi.

“Penyekatan itu bagus agar menghambat arus masyarakat dari daerah ke kota karena kita tahu sendiri bahwa banyak tempat yang ramai,” ucapnya.
Herli yang menggunakan maskapai Garuda juga mengungkapkan bila jadwal penerbangannya mengalami pengunduran dan tidak mengetahui alasan atas delay tersebut.

“Kurang tau juga sih, dari pihak Garuda hanya memberi tahu bahwa ada perubahan penerbangan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Herli mengaku telah mengikuti prosedur kesehatan yang dianjurkan. Menurutnya, sebelum penerbangan sangat penting menaati protokol kesehatan untuk menjaga diri sendiri dan keluarga yang akan ditemui nanti.

“Hal ini adalah yang paling utama dan penting apalagi kita akan bertemu keluarga. Jadi, kita harus membentengi diri kita terlebih dahulu,” tuturnya.

Herli berharap dengan adanya pembatasan penerbangan ini dapat mengurangi arus mudik dan mengurangi lonjakan kasus Covid-19.

“Semoga dengan pembatasan ini dapat berkurangnya lonjakan kasus covid seperti di luar negeri dan semoga juga Covid-19 ini segera berlalu,” tutupnya.

Reporter : Desi Sari
Editor : Bunga Yunielda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *