Pantau Hilal 1 Syawal di Rafah Tower, Kemenag Sumsel: Hilal Tidak Terlihat

Perwakilan Nahdlatul Ulama melakukan Rukyatul Hilal di Rooftop Gedung Rafah Tower UIN Raden Fatah Palembang, Minggu (01/05/2022). Ukhuwahfoto/M. Ilham Akbar.

Palembang – Ukhuwahnews | Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan pemantauan hilal di Rooftop Gedung Rafah Tower UIN Raden Fatah Palembang untuk menentukan Idulfitri pada 1 Syawal 1443 Hijriah, pada Minggu (01/05/2022).

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan mengatakan saat pemantauan langit tertutup awan tebal tepat di ufuk Barat pada posisi hilal berada. Pantauan tersebut dilakukan pada pukul 17:59 WIB.

“Ketinggian hilal di Palembang pada sore ini mencapai lima derajat di atas ufuk mar’i. Azimut matahari terbenam 285 derajat dari Utara ke Timur dan azimut bulan terbenam 286 derajat dari Utara ke Timur,” ujar Syafitri.

Lebih lanjut, Syafitri menyatakan hasil rukyatul hilal dalam menentukan awal Syawal 1443 Hijriah tidak dapat dirukyat di Kota Palembang, karena pengaruh cuaca dengan awan tebal. Namun menurut hisab, hilal sudah berada dia atas ufuk. Maka, sore ini kemungkinan hilal dapat di rukyat.

Baca Juga: Sucikan Diri Dengan Zakat di Penghujung Ramadan

Ia juga menyampaikan berdasarkan Imkanur Rukyah kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura) ketinggian hilal minimal tiga derajat dan sudut elongsi minimal 6,4 derajat. Maka 1 Syawal 1443 Hijriah diperkirakan jatuh pada hari Senin, 2 Mei 2022.

“Hasil Rukyat sore ini, langsung kita sampaikan kepada Kemenag Republik Indonesia (RI) di Jakarta untuk menjadi bahan penetapan 1 Syawal 1443 Hijriah melalui Sidang Isbat. Jadi, penetapan Idulfitri 1443 Hijriah menunggu hasil Sidang Isbat,” pungkasnya.

Pemantauan hilal ini dihadiri beberapa lembaga seperti Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sumsel, Pengurus Wilayah Muhammadiyah Sumsel, jajaran dosen UIN Raden Fatah, Pengadilan Tinggi Agama Sumsel dan beberapa Kepala Pondok Pesantren.

Reporter: M. Reza Arya Pramoedya
Editor: Annisa Dwilya Budaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *