Palembang Krisis Tenaga Pengajar, Disdik Minta PPPK Guru Honorer Dilakukan Tanpa Tes

Rombongan anggota Komisi X DPR RI di dampingi Sekda kota Palembang dan Kepala Dinas pendidikan kota Palembang pada agenda kunjungan spesifik bidang pendidikan di kantor Disdik kota Palembang, Senin (13/06/22). Dalam kunjungan tersebut komisi X DPR RI menerima penyampaian aspirasi dari para perwakilan kepala sekolah kota Palembang. Ukhuwahfoto/ M. Aidil Ikhsan.

Palembang-Ukhuwahnews | Kota Palembang terancam krisis tenaga pengajar sejak Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengeluarkan surat edaran penghapusan tenaga honorer pada 28 November 2023 mendatang.

Kepala Dinas pendidikan Ahmad Zulinto mengungkapkan, jumlah guru yang dibutuhkan Kota Palembang sekitar 7000 lebih, sedangkan saat ini kota Palembang hanya memiliki 3.000 guru dan sisa 4.000 lebih diisi tenaga pengajar honorer.

“Sekarang kita hanya punya 3.000 guru, 2.000 dari SD, 1.000 dari SMP dan sisa 4.000 lagi ialah diisi tenaga honorer,” ungkap Zulinto saat agenda kunjungan spesifik Bidang Pendidikan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Senin (13/6/22).

Oleh karena itu, Zulinto mengatakan guru honorer tersebut lebih baik diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tanpa melalui tahapan tes. Sebab, banyak dari guru honorer tersebut sudah mengabdi bertahun-tahun dibidang pendidikan.

“Mereka ini sudah lama mengabdi dan tentu sangat membantu kekurangan kita. Tentu kami ingin menghargai hal tersebut apabila bisa diangkat tanpa tes, dan tentunya secara bertahap,” jelasnya.

Baca juga: Pasangan Terpilih Duta Muslim dan Muslimah Fakultas Syariah 2022

Menanggapi hal tersebut, anggota komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Andreas Hugo Pareira mengatakan, PPPK tanpa tes sudah dibahas panjang bersama pihak terkait, saat ini Komisi X DPR RI tengah mendesak untuk tahapan tes PPPK tidak hanya bersifat objektif namun juga menguji portofolio pelamar.

“Apabila ada pelamar yang susah lolos karena terkendala ilmu teori meskipun sudah berulang kali mengikuti tes dan portofolio yang dimiliki sangat berkompeten serta memiliki berjiwa untuk menjadi guru, tentu ada pertimbangan lain,” ujarnya.

Di akhir, Andreas mengatakan, perekrutan PPPK tetap harus melewati tahapan tes dan rancangan yang tepat. “Kita sedang sarankan dan rancang mekanisme serta teknisnya bagaimana,” tutupnya.

Reporter: M. Aidil Ikhsan
Editor: Siti Alicia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *