Menuju Ramadan, Makam Kiai Muara Ogan Ramai Dikunjungi

Terlihat beberapa peziarah yang baru saja keluar dari makam Kiai Muara Ogan. Minggu, (11/4/21). Budaya ziarah ini sering dilakukan masyarakat ketika mendekati bulan Ramadan Ukhuwahfoto/Kemas Prima.

Palembang ­- Ukhuwahnews | Beberapa hari sebelum Ramadan 1442 H, Makam Kiai Muara Ogan ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satu makam tertua ini terletak di Masjid Ki Marogan, Kertapati Palembang, Sumatera Selatan.

Penjaga makam Ulama Besar Kiai Marogan, Ismail menjelaskan bahwa menjelang bulan Ramadhan, jumlah pengunjung makam selalu mengalami peningkatan dari hari-hari biasa.

“Di hari-hari biasa sekitar 200 sampai 300 orang pengunjung, dan kalau hari Sabtu dan Minggu bisa mencapai 500 pengunjung. Tapi dengan semakin mendekatnya bulan Ramadhan, jumlah pengunjung dapat mencapai 1000 per harinya,” jelasnya pada Minggu, (11/04/21).

Tak hanya sendiri, lanjut Ismail, para peziarah juga kerap datang bersama rombongan. Banyak rombongan yang datang jauh dari luar kota terutama di saat menjelang bulan puasa.

“Banyak rombongan yang datang jauh dari luar kota, apalagi menjelang bulan puasa ini,” ujar dia.

Para peziarah sedang mengantri untuk memasuki Makam Kiai Muara Ogan atau yang lebih dikenal masyarakat dengan Kiai Marogan. Minggu, (11/4/21). Ukhuwahfoto/Kemas Prima.

Ketua Masjid Kiai Muara Ogan, Memet mengatakan bahwa kedatangan para peziarah di sini kebanyakan untuk mengenang jasa dari Kiai Muara Ogan itu sendiri.

“Yang datang bukan hanya dari Palembang saja, tapi juga dari daerah lainnya. Para peziarah biasanya datang kesini untuk mengenang jasa-jasa beliau, sekedar untuk siraman rohani. Dan para peziarah juga mendatangi makam-makan para leluhur lainnya,” ujarnya.

Selain ziarah, Ruwahan juga salah satu tradisi menjelang ramadhan. Ruwahan biasa dilakukan oleh masyarakat Kota Palembang. Ruwahan sendiri memiliki arti bulan arwah, dimana dalam tradisi itu masyarakat memanjatkan doa kepada para leluhurnya yang sudah meninggal.

Kiai Muara Ogan sendiri memiliki nama asli Masagus Haji Abdul Hamid bin Masagus Haji Mahmud. Karena beliau berdomisili di muara sungai Ogan, maka ia lebih dikenal dengan sebutan Kiai Muara Ogan atau Ki Marogan. Namanya juga diabadikan sebagai nama jalan dari Jembatan Ogan Kertapati sampai ke Jembatan Fly Over Keramasan.

Reporter : Shalsabilla Rinira Putri
Editor : Wisnu Akbar Prabowo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *