Memperingati Satu Tahun Omnibuslaw, Ampera Memanggil Serukan Aksi “Rakyat VS Oligarki”

Para peserta membentangkan kain bertuliskan Rakyat Vs Oligarki. Selasa, (5/10/21). Ukhuwahfoto/Rio Romadhoni

Palembang – Ukhuwahnews | Peringati satu tahun Omnibuslaw, Ampera memanggil berinisiasi dengan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Solidaritas Perempuan serta Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palembang gelar aksi 05 September secara serentak yang bertempatan di Simpang Lima Kantor DPRD Sumatera Selatan pada Selasa, (05/10/2021).

Aksi ini bertujuan untuk melawan Oligarki dengan mengangkat tema aksi “Rakyat VS Oligarki”.

Dewa Jagad, selaku Koordinator Lapangan mengatakan meskipun berjumlah 20 orang mereka tetap berusaha menyuarakan suara rakyat lewat aksi kreatif.

“Kami sudah mengajukan surat, awalnya cuma 10 orang dan kemudian ditambah jadi 20 orang,” katanya.

“Meski dibatasi kami membuat aksi kreatif seperti flayer, poster Omnibuslaw 1 vs 99 dan orasi. Kami mohon bantuannya kepada teman-teman mahasiswa untuk ikut menyuarakan hak-hak rakyat,” sambungnya.

Peserta aksi memegang poster bergambar topeng Sa
lvador Dali yang berada di depan videotron Gedung DPRD Sumsel. Selasa, (5/10/21). Ukhuwahfoto/M. Ilham Akbar

Lebih lanjut, salah satu mahasiswa yang ikut pada aksi kali ini, Caesar Aditya mengungkapkan setelah lahirnya Omnibuslaw dan telah berjalan secara efektif. Kini Omnibuslaw bukan hanya sebagai ancaman tetapi telah merongrong serta menyapu bersih petani Indonesia.

“Ada beberapa penerapan aturan alih fungsi lahan berbasis industri yang merugikan petani, selain itu banyak juga terjadi pembungkaman yang dilakukan dengan dalih pandemi Covid-19,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, Omnibuslaw merupakan karpet merah bagi investasi alih fungsi lahan yang semakin masif, seperti program food estate ataupun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berefek terhadap penghilangan amdal dalam kontrol lingkungan, kriminalitas aktivis yang memprotes dan semakin rendahnya tibilitas penggugat kerusakan lingkungan.

Terakhir, Caesar mengatakan efek masif yang dihasilkan ditambah lagi saat ini kritik dibungkam, seperti halnya pebisnis dan elit politik berkolaborasi menjadikan oligarki.

“Saya harap Omnibuslaw di cabut dan rakyat kembali berdaulat atas lingkungan hidup yang bersih dan saya juga menghimbau pada seluruh elmen masyarakat untuk melawan ketidak adilan,” pungkasnya.

Reporter: Siti Alicia
Editor: M. Firdaus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *