Lewat Aksi Punklink, Bikers Shubuhan Ajak Masyarakat Sebarkan Syiar

Anggota Bikers Shubuhan sedang Memangkas Rambut Salah Satu Warga dalam Aksi Pangkas Rambut Keliling (Punklink) di Komplek UIN Raden Fatah Palembang. Jumat (19/02/21). Ukhuwahfoto/ Humaidy Kenedy

UIN – Ukhuwahnews | Pandemi Covid-19 yang kian meradang semakin membuat komunitas aksi sosial, Bikers Shubuhan mengepakkan sayapnya untuk turun saling bahu-membahu memberikan bantuan materi maupun non-materi. Salah satunya lewat aksi Pangkas Keliling (Punklink) dengan bayar seikhlasnya di Komplek UIN Raden Fatah Palembang.

Bikers Shubuhan bergerak dari rumah sekitar jam 4 subuh lalu mengawali kegiatan dengan Kopdar (touring motor disekitar kota) terlebih dahulu. Setelah Kopdar dan sholat Shubuh di masjid sesuai rute yang direncanakan, lalu melipir ke beberapa titik untuk membuka stand Punklink ini.

Sebagaimana dikatakan oleh salah satu anggota Biker Shubuhan, Eko bahwa selain melakukan aksi Punklink mereka juga mengadakan sunat massal lewat Sabtu Bersunat.

“Selain Punklink, kami juga mengadakan aksi Sabtu Bersunat, rencananya besok buka stand di sekitaran Kambang Iwak. Kegiatan ini kami lakukan sebagai jalan menuju surga Allah,” katanya. (Jum’at,19/02/2021).

Anggota Bikers Subuhan sedang memangkas rambut salah satu warga dalam agenda Punklink Bayar Seikhlasnya di lingkungan UIN Raden Fatah Palembang. Jumat (19/02/21). Ukhuwahfoto/ Humaidy Kenedy

Aksi Punklink ini sudah tersebar di berbagai daerah Indonesia. Rute awal dimulai dari Sungai Liat di Bangka Belitung hingga Kota Garut di Jawa Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tetap berbuat baik dalam hal sekecil apapun.

“Awalnya acara Anniversarry pesta pora yang dibilang merugikanlah. Nah di Bikers Shubuhan ini juga tetep hura-hura, tapi lebih ke mengisi masjid untuk sholat berjamaah. Yang dulunya kami menebar dosa jariyah, tapi sekarang tujuan utama kami amal jariyah,” ujarnya menambahi.

Eko juga mengatakan Bikers Shubuhan bukan cuma orang-orang yang punya motor tua, tetapi mereka yang punya jiwa sosial dan ikut menyiarkan dakwah.

“Tidak hanya yang punya motor-motor tua, dari motor kelas Harley Davidson hingga motor biasa pun kami merangkul, yang penting disini dia mau untuk menggerakkan aksi-aksi sosial serta ikut syiar menebarkan ajaran dakwah, salah satunya memakmurkan masjid disekitaran kota Palembang,” tutupnya.

Reporter : Elyssa Meilyana (Anggota Magang)
Editor : Firdaus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *