Lewat Acara Demi Indonesia Cerdas Memilih, Detikcom Hadirkan Pemangku Kepentingan Pemilu

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Palembang, Yusnar saat menyampaikan materi terkait pengawasan Pemilihan Umum(Pemilu) tahun 2024 bertempat di Gedung The Sultan Convention Center. Senin, (22/1/2024).
Ukhuwahfoto/Viana Julita.

Palembang – Ukhuwahnews | Detikcom bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) menggelar acara Demi Indonesia Cerdas Memilih di Gedung The Sultan Convention Center pada Senin, (22/01/2024).

Pada diskusi kedua, acara tersebut dipandu oleh Pemimpin Redaksi Detikcom, Alfito Deannova Ginting, serta menghadirkan beberapa narasumber yaitu Divisi Humas Komisi Pemilihan Umum Sumatera Selatan (KPU Sumsel), Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Palembang, Divisi Humas Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, Wakil Dekan 2 Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya, serta Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sumatera Selatan.

Divisi Hukum dan Pengawasan Pemilu KPU Sumsel, Nurul Mubarok mengatakan Sumsel merupakan Daftar Pemilih Tetap (DPT) terbesar ke 9.

“Bangga karena Sumsel menjadi DPT terbesar ke 9 di Indonesia. Hal ini suatu kebanggaan yang besar untuk kita masyarakat Sumatera Selatan. Apalagi Sumsel memiliki 54% pemilih milenial dan Generasi Z,” kata Nurul.

Baca Juga: Foto: Suasana Aksi Bela Palestina

Ketua Bawaslu Palembang, Yusnar menjelaskan hampir 40 laporan dari Agustus – Januari.

“Berkenaan dengan Alat Peraga Kampanye (APK) yang melanggar dari Calon Legislatif (Caleg) itu sendiri. Banyak juga kerusakan dari APK seperti baliho untuk kampanye,” katanya.

Ia juga menuturkan bahwa banyak isu-isu politik namun tidak bisa dibuktikan.

“Bawaslu akan berusaha semaksimal mungkin untuk pemilu 2024,” tegas Nurul.

Kepala Bidang Divisi Humas Polisi Daerah Sumsel, Sunarto mengatakan akan mengawal semua proses demokrasi dan juga keamanannya.

“Kami akan merangkul semua pihak untuk sama sama menjaga keamanan dan ketertiban Pemilu 2024. Kepolisian juga tidak memperbolehkan anggotanya untuk ikut dalam kegiatan politik. Anggota kepolisian harus bersikap netral,” jelasnya.

Baca Juga: Opini: Kebakaran Hutan Sumsel 2023, Picu Polusi Kotor

Terakhir, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumsel, Herfriadi berpesan agar proses demokrasi dijalankan dengan sebaik mungkin tanpa adanya kampanye hitam.

“Kami dari KPID sebisa mungkin akan meminimalisir tayangan yang berbau kampanye hitam. Hal tersebut bertujuan untuk memberi kesan damai pada Pemilu 2024,” tutup Herfriadi.

Reporter: Annisa Shalsabilla Sukma
Editor: Elyssa Meilyana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *