Lestarikan Tanjak dan Gandik sebagai Pakaian Khas Palembang Lewat Pelatihan

Sejarahwan dan Akademisi, Kemas Ari Panji membuka acara Pelatihan Pelipatan Tanjak dan pembuatan Gandik di Atrium OPI Mall Jakabaring. Jumat (16/4/21). Ukhuwahfoto/Yuni Rahmawati

Palembang – Ukhuwahnews | Tanjak dan Gandik, warisan budaya dari Kerajaan Sriwijaya yang menjadi pakaian Kesultanan Palembang. Saat ini, Tanjak dan Gandik masih terus dilestarikan oleh pemerintah dan elemen masyarakat.

Pakaian khas Palembang ini sebelumnya sudah dicanangkan untuk dibuatkan Peraturan Gubernur (Pergub) yang berisi tentang penggunaan Tanjak dan Gandik di pusat-pusat pelayanan sejak tiga tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2018 oleh Gubernur Sumatera Selatan kala itu, Alex Noerdin.

Bertepatan dengan Festival Palembang Darusalam XIX Tahun 2021 di Atrium OPI Mall Jakabaring, Jumat, (16/4/21). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan (Sumsel) menggandeng Kerukunan Keluarga Palembang (KKP) guna bersama melestarikan warisan budaya ini lewat pelatihan melipat Tanjak dan membuat Gandik.

Antusias masyarakat Palembang dari anak muda hingga dewasa memenuhi tempat yang telah disediakan. Pelatihan melipat Tanjak ini langsung dipimpin oleh Owner Rumah Batik Palembang, Agus Sariyadin. Sedangkan pembuatan Gandik, dipimpin oleh Ketua Forum Pariwisata dan Budaya (Forwida) Dr. Ir. Diah Kusuma Pertiwi.

Dari kain batik yang telah disiapkan oleh Rumah Batik Palembang, Tanjak yang menjadi pakaian khas laki-laki ini dilipat hingga menjadi kuncup seperti mahkota. Sesuai dengan namanya, Tanjak yang berarti mahkota.

Proses pembuatan Gandik khas Palembang di Atrium OPI Mall Jakabaring. Jumat (16/4/21). Ukhuwahfoto/ Yuni Rahmawati

Di tempat yang sama, pembuatan Gandik yang dominan dipraktekan oleh perempuan, juga menyumbang antusias. Berjumlah 24 peserta perempuan mulai menjahit kain bludru berwarna merah dan aksesoris yang telah disiapkan, sehingga nantinya Gandik ini siap dipakai dengan hasil tangan sendiri.

Sejarahwan dan Akademisi, Kemas Ari Panji mengatakan tujuan dari diselenggarakan kegiatan ini adalah mengajarkan masyarakat Palembang untuk melestarikan warisan sejarah ini. Dengan terus diajarkan, semoga nantinya bisa menjadi suatu kebanggaan diri sendiri.

Gold dari kegiatan ini tidak lain adalah melestarikan pakaian khas kita sendiri. Kemudian, mengajarkan masyarakat Palembang ini supaya tahu bagaimana proses pembuatannya. Sehingga, finalnya nanti, kita bisa buka kelas pelatihan yang intens, supaya masyarakat tahu dan mau melestarikan pakaian yang hampir ditinggalkan ini,” ujarnya selang acara berlangsung.

Sultan Palembang Darusalam Sultan Mahmud Badarudin IV Jaya Wikrama Raden Muhammad Fauwaz Diradja mengatakan Tanjak dan Gandik harus dilestarikan, jangan sampai ini menjadi Sejarah Warisan Budaya bukan lagi Warisan Budaya.

“Ini kalau bukan kita siapa lagi yang melestarikan. Selagi ada kita, ayo berbagi ilmu dan berbagi pengetahuan. Dan saya berterima kasih juga kepada pihak Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota telah mendukung Tanjak ini menjadi warisan yang harus dilestarikan dengan telah keluarnya sertifikat Tanjak dari pemerintah,” katanya.

Lanjutnya, Sultan berharap, ekonomi kreatif seperti ini terus dilangsungkan meski ada Pandemi Covid-19.

Reporter : Yuni Rahmawati
Editor : Muhamad Fidaus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *